Cerita ini sebenernya udah lama terjadi, tapi jadi keingetan lagi saat kami memperingati setahun meninggalnya mama minggu kemarin…
Jadi dulu…beberapa minggu setelah mama dipanggil Allah, seperti biasa kalau malam setelah makan kami berempat berkumpul di kamar untuk beristirahat sambil menyaksikan tingkah polah zahra dan riza, ini kami lakukan setiap malam untuk mengurangi kebiasaan nonton TV secara acaranya yang hampir semuanya “nggak banget”.
Nah malam itu ada yang beda dari biasanya, mungkin karena lelah…saat itu kami hanya tidur-tiduran aja, dan kemudian tiba-tiba zahra beberapa kali menciumiku dan mengelus-elus rambutku, melihat tingkahnya yang aneh akupun kemudian bertanya :
Ayah : tumben ra… dari tadi cium-cium sama elus-elus ayah…???...
Zahra : tadi di sekolah zahra baru dapet pelajaran baru yah….
Ayah : pelajaran apa memangnya…???
Zahra : itu yah pelajaran kalo kita harus sayang sama anak yatim…
Ayah : loh…apa hubungannya sama elus-elus rambut ayah…???...
Zahra : ayah khan anak yatim… kemarinkan mbah uti baru meninggal…
Ayah : uuppsss!!!!.........*aku keselek*
Pengertian zahra memang nggak salah, aku memang termasuk anak yatim tapi malam itu aku jelaskan lagi sama zahra maksudnya “kita harus menyayangi anak yatim” yaitu anak yatim yang memang selain karena sudah nggak punya ayah/ibu juga karena dia belum bisa mandiri karena masih kecil terutama yang hidup di panti-panti asuhan, itulah anak yatim yang harus disayangi…
Duh zahra… makasih yah telah menyadarkan ayah, bahwa sekarang ayah juga termasuk anak yatim…
foto : zahra dan anak yatim....