Kami sama sekali nggak pernah menduga jika di awal tahun 2008 ini kami akan mengalami ujian dan cobaan yang cukup berat dan melelahkan, kedua anak kami zahra & riza harus menjalani rawat inap di rumah sakit secara bersamaan.
Awal dari episode rumah sakit ini adalah saat riza harus masuk RSIA Hermina karena mengalami panas tinggi dan susah bernapas yang ternyata karena dia terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), tiga hari riza harus dirawat dari tanggal 7 ~ 9 January 2008, setelah dinyatakan sembuh maka riza bisa pulang hari rabu sore (09 Jan 2008) dengan wajib kontrol pada hari sabtunya (12 Jan 2008).
Sesuai jadwal tersebut maka sabtu sore kamipun kembali ke RS untuk kontrol dokter, dan sampai pulang nggak ada permasalahan hanya saja saat mengambil obat kami harus menunggu cukup lama, minggu paginya kami dikejutkan dengan kembali panasnya riza dan karena ada obat-obatan dari dokter maka kami nggak membawanya ke RS, dan memang kemudian panasnya rada sedikit mereda.
Selasa (15 Jan 2008), panas riza sudah menurun dan kamipun sedikit merasa lega, tapi malamnya tiba-tiba justru zahra yang mengalami panas tinggi, pertolongan dengan meminumkan obat andalannya tidak begitu berpengaruh hingga akhirnya rabu sore kami bawa zahra ke dokter di dekat rumah dan dinyatakan hanya terkena flu berat, biasanya kalo sudah dibawa ke dokter panas zahra akan segera membaik tapi kali ini semakin malam justru semakin meninggi hanya turun saat habis diminumkan obat dan kami makin dipusingkan lagi dengan riza yang jadi ikut-ikutan panas juga.
Akhirnya kamis pagi kami memutuskan untuk evakuasi ke priok, agar kalaupun ada yang harus dirawat sudah banyak yang bisa membantu kami dan dengan pertimbangan lebih dekat orang tua jadi ada yang bisa dimintakan pendapatnya, sampai sore kondisi zahra sedikit membaik hanya saja pas malamnya aku merasa panas zahra sudah sangat tinggi, hingga aku memutuskan sepulang kantor nanti aku akan mencoba membawanya ke RS untuk di test darahnya karena kebetulan sudah pas 3 hari panasnya tidak mau turun.
Jum’at (18 Jan 2009) sore kami sudah berada di ruang IGD RS Islam Sukapura untuk memeriksakan zahra dan hasilnya dinyatakan positif Typhus ditambah dengan dugaan Demam Berdarah, mau nggak mau malam itu juga zahra harus dirawat inap, sementara di rumah riza terus menangis karena ditinggal bundanya, jadi malam itu aku menunggu zahra di RS ditemani oleh salah satu adik iparku sementara bunda pulang ke rumah untuk menenangkan riza yang memang belum bisa ditinggal lama sama bundanya….
*bersambung ke SINI*