Innalillahi Wainnailaihi Rojiun……..
17 Agustus 2006 pukul 3.45 pagi, Mama telah berpulang ke Rahmatulloh, mendadak dan sama sekali tak terduga oleh kami semua, beliau memang telah mengeluh sakit sejak hari Senin 14 Agustus dengan keluhan buang-buang air dan sedikit mual, hari senin malam aku masih sempat mengobrol lama di telepon dengan mama, biasanya aku kalo menelpon nggak pernah lama namun entah kenapa malam itu kami asyik ngobrol hingga tak terasa hampir satu jam aku menelponnya.
16 Agustus siang aku dapat kabar dari adikku, kalau mama bertambah parah sakit mual-nya, adikku memintaku untuk membelikan obat anti mual buat mama, jam 11.00 siang aku keluar kantor untuk membeli obat yang dimaksud dan langsung mengantarkannya ke rumah mama, di sana aku sempat ngobrol lama dengannya, sempat pula mijitin kakinya, sekitar jam 13.00 akupun kembali ke kantor….
Sekitar jam 15.00 sore, adikku menelpon mengabarkan bahwa mama dibawa ke rumah sakit karena mual-nya bertambah parah, kabar baik aku terima satu jam kemudian bahwa hasil cek lab mama semua dalam keadaan baik dan normal, hanya saja mama kekurangan elektrolit karena mual dan muntah-muntahnya, sehingga akhirnya mama diperbolehkan pulang ke rumah setelah menghabiskan sebotol infusan. Sepulang kantor aku langsung ke rumah mama, dan dia terlihat sehat sempat pula kami makan bubur ayam berempat, mama terlihat sehat saat itu.
Jam 20.00 aku pulang ke bekasi karena mama memintaku untuk segera pulang karena kuatir sama cucunya *ayahnya belum pulang*, sekitar jam 23.00 adikku menelpon ke rumah dan bilang bahwa mama harus dibawa ke RS lagi, karena kondisinya tiba-tiba drop, ayahku melarangku untuk kembali ke RS karena situasinya sudah malam, jadi kuputuskan besok pagi saja aku ke sana, tapi ternyata kondisi mama kian memburuk, hingga harus masuk ke ruang ICU, yang ternyata penuh hingga mengharuskan kami mencari ruang ICU kosong di RS-RS lain dan hasilnya hanya ada satu RS yang memiliki satu tempat di ruang ICU…*aku mencari via telepon dari rumah di bekasi*
Namun ternyata ayahku memutuskan untuk tidak membawa mama pindah RS karena beliau sudah merasa bahwa waktu mama sudah sampai, Jam 03.00 pagi dia menelponku mengabarkan bahwa mama dalam kondisi kritis, aku segera bersiap untuk pergi ke RS namun sebelum pergi bunda memintaku sholat tahajud untuk mohon petunjuk, kelar tahajud sebelum witir aku sempat berdoa yang intinya memohon kepada Alloh untuk memberi keputusan terbaik buat mama, jika mama bisa sehat kembali segeralah angkat penyakitnya namun jika mama harus kembali kehadirat-MU aku sudah ikhlas ya Alloh.
Akupun menyelesaikan tahajudku dengan witir, saat witir rakaat terakhir terdengarlah dering telepon “Kriiiiinnngggg!!!!” aku sudah pasrah…. dan tambah pasrah ketika bunda menjerit dan menghambur ke arahku yang saat itu sedang mengakhiri sholat witir dengan salam….bunda memelukku erat dan menangis, akupun ikut menangis karena menyesal tidak bisa melihat mama di saat terakhirnya…. bergegas kita segera meluncur ke rumah mama, sepanjang jalan bunda terus menangis…., untunglah aku bisa berkonsentrasi selama membawa motor di jalan yang masih teramat sepi itu.
Sampai rumah mama, bunda langsung memeluk mama yang sudah terbaring di ruang tamu, aku hanya bisa menahan air mata agar tak tumpah, setelah bunda aku pun segera memeluk mama dan melihat wajahnya yang tersenyum….damai sekali….. aku berusaha tegar dengan tidak terlihat menangis, jika sudah tak kuat menahan air mata aku segera masuk ke kamar dan menghabiskan tangisku dengan memeluk bantal yang biasa dipakai mama….
Namun pertahanankupun akhirnya jebol juga, ketika ustad yang akan memimpin prosesi penyolatan jenazah mama memintaku dan adikku untuk menyolatkan mama berdua di rumah sebelum disholatkan di masjid, aku jadi imam dan adikku makmum, saat itulah air mata yang selalu kutahan-tahan akhirnya tumpah juga, aku menyolatkan jenazah mama sambil menangis…..
Setelah proses penyolatan jenazah mama di masjid selesai, maka tibalah saatnya kami mengantarkan mama ke tempat peristirahatannya yang terakhir, saat yang tak terlupakan olehku adalah saat aku beserta adikku turun ke liang lahat untuk menerima dan meletakkan jenazah mama di liang lahatnya, aku buka semua ikatan di kain kafannya, kubuka dan kuhadapkan wajah mama ke arah kiblat, menutupnya dengan papan-papan serta mengadzankan dan mengiqomatkannya, aku amat bahagia menjadi orang terakhir yang mengantarkan mama sampai ke liang lahatnya.
Setelah makam tertimbun tanah, maka prosesi pemakamanpun diakhiri dengan doa dan menaburkan bunga di atas pusara mama…… Selamat Jalan Mama semoga Alloh menerima segala amal perbuatan dan menghapuskan segala dosa yang mungkin ada dan menempatkan mama di tempat yang terbaik di sisi-NYA, Maafkan aku yang belum sempat membahagiakan mama, maafkan aku yang selalu menyusahkan mama, maafkan aku yang tak bisa mewujudkan banyak keinginan mama……
Robbighfirli….Waliwalidayya….Warkhamhuma kama Robbayani soghiro……..
Aku Sayang Mama….. Kasih Sayang Mama takkan tergantikan meskipun ditukar dengan nyawaku ini……
*Terima kasih banyak atas doa dan simpati dari rekan-rekan sekalian baik melalui sms, PM yang aku buat atau melalui jurnal ini, semoga doa-doa tersebut dapat melancarkan jalan Mama untuk kembali menghadap sang Khalik Alloh SWT.*    
 | turut berduka cita.. ah, banyak berita duka ya.. |
 | sekali lagi turut berduka, mas tabah yahh |
 | Innalilillahi, turut berduka mas. beda sehari ya sama ibu mertuaku. tanggal 16 Agustus kemaren Ibu mertua saya juga meninggal mendadak dalam usia yg masih terbilang muda, 61 tahun :(, yang tabah mas, mungkin memag sudah saatnya buat orang2 yg kita cintai mendapat tempat yang jauh lebih layak di sisi Allah |
 | Insyaallah beliau sudah tenang di sisi-Nya mas Eko doa kami |
 | turut berduka cita...semoga yg ditinggalkan diberi ketabahan...... |
 | sabar ya mas ...saya jadi ikutan berkaca-kaca tak terbayang ketika orang terdekat kita tiba-tiba dipanggil oleh-Nya :(( semoga amal beliau diterima di sisiNya dan beliau tenang di sana, amin |
 | hayat wrote on Aug 22, '06 innalillahi wainna ilaihi rajiuun... allahughfirlahaa warkhamhaa wa'afiha wa'fuanha wawasi'madkholaha... tabah ya mas... semoga segala amal ibadahnya diterima Allah subhanahu wata'ala...amin |
 | Innalillahi Wainnailaihi Rojiun…….. tabah ya mas... |
 | turut berduka cita mas..semoga amal ibadah bunda mas diterima Allah..amien.. |
 | tianarief wrote on Aug 22, '06, edited on Aug 22, '06 innalillahi wainnailaihi rojiun…….. semoga mamanya dilapangkan jalannya, dan diterima segala amal ibadahnya. amin. |
 | wisat wrote on Aug 22, '06 Robbighfirli….Waliwalidayya….Warkhamhuma kama Robbayani soghiro……..
Aku Sayang Mama….. Kasih Sayang Mama takkan tergantikan meskipun ditukar dengan nyawaku ini……  Turut berduka cita. Semoga Allah lipat gandakan pahala amalnya, mengampuni dosa-dosanya dan melapangkan kuburnya..
Semoga kita yang masih hidup bisa memetik pelajaran dari peristiwa kematian ini, karena Nabi saw pernah mengingatkan bahwa kematian adalah sebaik-baiknya nasihat. |
 | Innalillahi Wainnailaihi Rojiun…….. Turut berduka cita ya... saya tahu bagaimana kehilangan orang yang kita cintai.... tapi mereka bahagia saat meninggalkan kita... karena tugas mereka sudah selesai... semoga tabah & ikhlas menghadapi cobaanNya... |
 | turut beduka cita mas..semoga almarhumah diampuni dosanya dan diterima disisiNya
jadi ikutan sedih karena teringat dulu waktu kehilangan papa juga sama, ga sempet melihat papa disaat terakhir hidupnya, padahal firasat meminta untuk kembali ke jakarta sehari sebelumnya (waktu itu lagi ujian di kampus di bogor) |
 | innalillahi wainnailaihi rojiun…….. Semoga amal ibadah mama diterima oleh Nya. |
 | fiana wrote on Aug 22, '06 sungguh beruntung mama mas eko.. bisa punya anak2 yang sholeh/ah...
again, turut berduka cita mas... air mataku gak bisa berhenti nih... ayo tanggung jawab... jadi teringat kepergian ke-2 orang tuaku.. yang tiba2..
semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT... |
 | turut berduka cita sedalam2nya... semoga yg terbaik tlah tersedia bagi dia di surga |
 | Innalillahi Wainnailaihi Rojiun…….. Innalillahi Wainnailaihi Rojiun…….. Innalillahi Wainnailaihi Rojiun…….. Semoga Lancar perjalanan Almarhummah Semoga diterima amal ibadah beliau di sisi Allah Semoga kelapangan dan kekuatan bagi keluarga yang dtinggalkan... aamin aamin aamin
|
 | Innalillahi Wainnailaihi Rojiun Turut berduka cita ya mas... Semoga amal ibadah mama diterima oleh Nya Amien... |
 | ikut berduka cita mas Eko..semoga arwah beliau diterima Alloh SWT, dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kesabaran..amin..:) |
 | semoga Allah memberikan tempat terbaik untuk ibunda mas....
dilapangkan kuburnya dan diterima semua amalan dan pahalanya.... |
Comment deleted at the request of the author.
| jonru wrote on Aug 22, '06 Innalillahi wa inna ilaihi rojiun turut berduka cita, semoga keluarga yang ditinggal dapat tabah adanya :) |
 | Innalillahi Wainnailaihi Rojiun…….. Turut berduka cita...
Semoga Allah SWT berkenan menerima segala amal ibadahnya, mengampuni segala kesalahannya dan memberikan beliau tempat yang indah di sisiNya...
Semoga juga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran dan keikhlasan...
Amin.
*jadi ingat mama sendiri... :,(* |
 | Turut berduka cita ya...semoga beliau mendapat tempat yang layak di sisi-Nya.. Amiinn.... |
 | kami sekeluarga ikut berduka cita yang sedalam dalamnya... semoga arwah ibu diterima di sisi Nya... dan semoga seluruh keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan... |
 | Innalillahi wa innailaihi rooji'un... turut berduka cita...... :'( saya tahu rasanya kehilangan ibu...., tapi ALLAH pasti lebih sayang daripada kita yg ditinggalkan.... |
 | Sekali lagi turut berduka Mas Eko...semoga sekarang Mama Mas Eko lebih bahagia dan damai di sana.
*Terima kasih karena secara tak langsung diingatkan untuk membahagiakan ibu saya sendiri, mumpung masih ada waktu* |
 | turut berduka cita yg sedalam-dalamnya semoga Allah melapangkan kuburnya, mengampuni dosanya dan menerima amal sholehnya. Amiiin |
 | gomak wrote on Aug 22, '06 turut berduka cita mas,, semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah dan dosa2nya diampuni |
 | Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.. speechless mas... |
 | Innalillahi Wainnailaihi Rojiun Turut berduka cita ya Semoga amal ibadah diterima oleh Nya..dan smoga keluarga diberikan ketabahan yah.. :( |
 | innalilahi wainnailaihi rojiun, turut berduka sekali lagi Pras. |
 | turut berduka cita mas eko... tetap tabah. semoga ibu bahagia dan mendapat tempat yang terang disana...
menurut diagnosa dokter, apa penyebab sakit yang tiba-tiba ibu derita?? |
| semoga doa-doa tersebut dapat melancarkan jalan Mama untuk kembali menghadap sang Khalik Alloh SWT  amin... tabah ya mas Pras |
 | Turut berbelasungkawa Pras...semoga Mamanya diterima di sisi Allah SWT dan amal baik beliau diterima oleh Allah SWT....hiks...terharu banget baca jurnalnya... |
 | turut berduka cita.. semoga arwah nya diterima di sisi Nya.. Amien.. |
 | ciput wrote on Aug 22, '06 wuaduh telat gw... turut berduka cita, Mas Eko. Inna lillahi wa inna lillahi rojiun. |
 | Innalillahi mas ikut berduka cita yang dalam, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Dan untuk beliau semoga damai disisi-Nya Amin.
Aku jadi ikutan sedih nih jadi inget ortu dikampung, kemaren juga liat tipi ada orang tua jompo meninggal aku juga ikutan nangis. Ampe suami bingung aku nangis kenapa hehehe ** malu ah jadi cengeng gini ** biasanya sih ga cengengan, bawaan baby kali yee. |
 | Tabah ya,
Saya mencintai ibu dengan amat sangat, jadi saya berempati sekali.
Do'a bagi ibu Anda.. |
 | mas Eko, turut sedih atas kehilangan ini, semoga mas dan keluarga tabah ya. Tapi kita juga harus bersyukur, beliau meninggal dalam damai dan tidak menderita berkepanjangan.
|
 | Innalillahi Wainnailaihi Rojiun Semoga diterima amal ibadah beliau di sisi Allah Semoga diberikan kekuatan bagi keluarga yang dtinggalkan..
:) |
 | turut berbela sungkawa mas semoga beliau mendapatkan tempat yang paling baik disisiNya, amal ibadah beliau diterima, dan diampuni segala dosa2 beliau. AMin |
 | Innalillahi wa inna ilaihi raji'un Tapi wajah beliau terlihat sangat tenang ya.. Subhanallah.. Semoga Husnul Khotimah. |
 | jurnalnya bikin aku ikut menangis...sedih semoga mas eko dankeluarga diberikan kekuatan, kesabaran juga keikhlasan. dan semoga sang mama dijadikan ahli surgaNya.. AMien ya robbal alamin |
 | turut berduka cita mas Eko. semoga almarhumah dilapangkan jalannya dan diterima amal ibadahnya. mungkin ini jalan terbaik buat mamanya mas Eko, kembali ke sisi ALLAH. *tabah ya mas* |
 | Innalillahi wa innailaihi rajiun ...... semoga mama-nya jadi ahli surga .... |
|
|