Saat Kelahiran anakku yang kedua, aku diperkenankan masuk ke Ruang Bersalin untuk mendampingi Bunda yg akan segera melahirkan….detik demi detik kulalui penuh dengan ketegangan, setiap erang kesakitan yg terucap dari mulut wanita yg telah sekian lama setia mendampingiku ini selalu kubalas dengan eratan genggaman tanganku disertai ucapan kalimat Thoyibah yg selalu kubisikkan di telinganya……
Setelah sekian lama berjuang, akhirnya lahirlah anakku yg kedua…laki-laki…yah seorang laki-laki, kuperhatikan sosoknya yg kecil lemah tak berdaya tak bisa apa-apa tanpa bantuan orang lain……..Dia belum bisa berdiri, Dia belum bisa berlari, Dia belum bisa berkata-kata, Matanya… walaupun telah sempurna tapi belum bisa melihat….singkatnya Dia belum bisa apa-apa, hanya bisa menangis dan menangis……..
Berkaca pada keadaan anakku, aku merenungkan keadaan diriku pada saatku dilahirkan ke dunia ini pastilah keadaannya tak jauh berbeda dengan keadaan anakku sekarang. Saat itu aku belum bisa berdiri apalagi berlari, aku belum bisa bicara apalagi berteriak, Aku belum bisa melihat apalagi berkacamata….yah aku tak bisa apa-apa, mungkin jika aku dilahirkan bukan oleh ibuku mungkin aku sudah dibuang di got atau tempat sampah tanpa aku sempat berteriak minta tolong….yah aku sangat lemah dan tak berdaya dan sangat tidak bisa apa-apa….………
Kini aku sudah Dewasa, aku bisa berdiri, berjalan bahkan berlari, aku bisa berbicara, mataku bisa melihat dan akupun bisa bergaya dengan kacamataku, kupingku bisa mendengar, tanganku berfungsi dengan baik dan aku bisa melakukan apapun tanpa bantuan orang lain lagi.
Tapi siapa yang telah membuatku seperti ini?????.........dari yang tidak berdaya menjadi yang bisa berbuat apapun juga, dari Bayi menjadi Seorang Dewasa seperti sekarang????....sungguh tak mungkin aku menjadi besar dengan sendirinya, aku dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuaku yang tengah mengemban amanah dari-NYA, yah….hanya dia ALLOH SWT yang telah mentaqdirkan aku menjadi seperti sekarang…..
Merenungkan ini semua, Pantaskah atau Berhak-kah kita untuk Sombong…..