Om's posts with tag: b2w
Sampai-sampai di depan istanapun berpose seheboh ini…  Untung nggak ditangkep Paspampres…..hihihihihihi….
Setelah sekian lama vakum dengan berbagai alasan mulai dari hujan sampai si merah rusak (padahal mah aslinya males doang), akhirnya Om Rei kembali mengaspal (adaptasi dari merumput kalo di sepakbola) dan masih setia dengan si merah meskipun tadinya berharap saat kembali mengaspal ini sudah menggandeng selingkuhan baru yaitu si “Neng Felise” cuma sayang saat hendak dipinang “Neng Felise”nya salah kostum, Om Rei maunya dia berbaju Silver tapi saat itu dia berbaju biru, batal deh lamarannya. Dan event yang sanggup membuat Om Rei kembali bersepeda adalah event “Jakarta Bersepeda 481” yang termasuk dalam rangkaian acara Ulang Tahun Jakarta yang ke-481, bertemu kembali dengan teman-teman Robek sungguh merupakan hal yang amat membahagiakan, sayang nggak ketemu sama partner jalur utara aka Om Blacken karena yang bersangkutan sedang tugas ke hutan nemuin sodaranya….hehehehehe… Sempet underestimate sama kemampuan diri sendiri karena udah kelamaan nggak goes, tapi ternyata masih sanggup melahap Monas – Sunter (kantor) hanya dalam waktu 25 menit meskipun napas rasanya hampir putus, Om Rei memang mampir ke kantor karena harus masuk kerja di hari ahad kemarin. Padahal sampai kantor mah bukannya kerja, malah selonjorin badan di sofa sambil menikmati lagu-lagu ABG… nikmaaattt……..:D ctt. : “Neng Felise” = seFEda LIpet Si Eko, nggak jadi “Neng Selly” dia udah ada yang punya…
BFEGTB = Bicycle For Earth Goes To Bali… Minggu pagi (111107), jam 03.30 aku sudah meluncur di atas sadel “si merah” nduluin ayam berkokok, nduluin marbot masjid adzan subuh… dan ngebangunin satpam di pintu gerbang cluster…*satpam kok malah tidur sih…L*, sambil gelagepan tuh satpam bangun dan ngebukain gerbang biar si merah bisa lewat. Ngebut sendirian di jalur utara yang masih dingin banget karena beberapa jam sebelumnya habis diguyur hujan lebat sambil tetap full waspada karena kalo dinihari begitu nggak ada mobil/motor yang jalannya pelan, hingga akhirnya 1 jam kemudian aku bisa subuhan di Masjid Yarsi Cempaka Putih (sesuai jadwal), kelar subuhan dan ritual pagi lanjut ngebut ke Monas karena udah ditunggu rekan panitia lainnya dan juga karena udah harus sampai sebelum jam 05.30. Jadi ceritanya kemarin Om Rei beserta beberapa rekan lainnya kebagian tugas untuk mengawasi dan melayani para undangan yang akan meminjam sepeda (bantuan Polygon) untuk mengikuti acara tersebut, termasuk juga membantu dan melayani para menteri, staff menteri, gubernur DKI dan para staffnya, juga pangdam beserta staffnya, lumayan dapet kesempatan langka bisa ngobrol akrab tanpa jarak dengan para pejabat dan petinggi negara tersebut yang saking akrabnya bikin kita bisa jadi tertawa bersama, termasuk chit-chat seru bertiga antara om rei, om anggun dan artis senior titik puspa. bahkan saat acara berlangsung, jarak kami dengan Presiden SBY hanya sekitar 3 meteran saja… Kelar acara seperti biasa kulineran di seputaran menteng, trus pulangnya kali ini Robeker nggak kompak karena sebagian pada punya urusan masing-masing, ada yang harus kondangan dulu ke tempat mantannya yang hari itu nikah…(feel so hurt yah om…) , ada yang langsung pulang lewat jalur kalimalang, sementara aku dan om blacken mampir dulu ke Rodalink Kelapa Gading untuk servis sepeda blacken yang ternyata makan waktu lama banget sampe bete nungguinnya bayangin aja dari jam 10.00 baru selesai jam 13.30, untung pulangnya si blacken pengertian… ngajak makan sate di cakung hmmm… yummi (merasa bersalah yah om….xixixixi…..) Sampai di rumah udah jam 14.35… nggak nyangka hampir 12 jam keluar rumah hari minggu ini, udah ditungguin 2 malaikat kecilku yang nggak mau tidur siang karena nungguin ayahnya yang nggak biasa pergi lama di saat hari libur, maafin ayah hari ini terpaksa ninggalin kalian…makelum ada tugas negara… hehehehehe….. foto : Bundaran HI selesai acara… foto lainnya menyusul yah…..
Rabu 17 Oktober 2007 jam 05.30 pagi aku sudah meluncur dengan “Si Merah” dari Priok menuju Monas untuk turut serta dalam Kampanye “Bangkit & Suarakan” sebuah acara yang dimaksudkan untuk mengingatkan para pemerintah negara-negara di dunia yang pada tahun 2000 silam telah bertekad untuk mengurangi kemiskinan minimal separuhnya pada tahun 2015, yang nampaknya sampai saat ini belum ada langkah konkrit yang diambil dalam rangka mengurangi yang ada malah kemiskinan makin menjadi-jadi di mana-mana. Jam 06.00 janjian sama om blacken dari bekasi yang ternyata dia bersama dua teman baru (senangnya dapet teman lagi), eh pas sampe galur sempet menyaksikan kebakaran yang melanda sebuah toko yang ditinggal pemiliknya mudik, miris kalo liat kebakaran dimana orang-orang pada berlarian serabutan menyelamatkan harta bendanya. Sampai Monas sudah cukup ramai suasananya, maklum selain diikuti oleh komunitas B2W, kampanye ini juga diikuti oleh banyak elemen masyarakat lain yang peduli akan pengurangan kemiskinan ini, acaranya sendiri salah satunya adalah bersepeda mengitari Monas dengan membentuk lingkaran yang tak terputus sebagai symbol usaha yang terus menerus dalam mengurangi kemiskinan. Kelar acara sebagai biasa kita wisata kuliner dulu sebelum pulang, dan pilihan kali ini adalah warung K-5 di jalan Sumatra Menteng depan Kedubes Ceko (Rujaknya nendang banget bo… udah gitu makannya gratis lagi karena gado-gado & teh botolku dibayarin om blacken... tengkyu yah om...), abis itu aku sempat mampir kantor sebentar sebelum pulang kembali ke priok. Nikmatnya sepedaan pertama setelah Ramadhan…

Gak ada apa-apa kok cuma pengen aja mejengin ini… entah kenapa jadi seneng kalo ngeliatin foto yang satu ini.... Masalahnya untuk ngedapetin foto ini cukup susah juga karena ini adalah “selfpotrait” jadi harus atur sana-sini... majuin atau mundurin sepeda, ngepasin tinggi kamera, dan dalam 10 detik harus sudah berpose sesuai skenario yaitu seolah-olah aku sedang say good bye sama bunda dan anak-anak padahal itu nggak mungkin karena foto ini diambil jam 04.10 di mana bunda, zahra dan riza masih terlelap. Dan senengnya lagi... pose ini aku dapat hanya dengan sekali jepret saja.... Maaf yah kalo jadi ada yang batal puasa gara-gara ngeliat foto ini.....hehehehe...
Link: http://ozy1.multiply.com/journal/item/17/BerSepeda_di_Jalur_Cepat_Trot...Link dari Om Ozy...salah satu dari Ketua B2W-Indonesia
Rekan2 tercinta...
Fenomena bersepeda dijalan umum memang akhirnya memunculkan permasalahan yang tadinya tidak mencuat kepermukaan, yang akhirnya menjadi sesuatu yang perlu dibahas. Diantaranya adalah yang sebagai berikut:
(1) BERSEPEDA DI JALUR CEPAT Bersepeda seyogyanya tidak di jalur cepat karena sangat berbahaya, mengingat perbedaan kecepatan yang mencolok antara sepeda dibandingkan kendaraan bermotor (mobil) yang melintas di jalur tersebut. Makanya, sepeda motor juga dilarang melintas disana. Namun, pada keadaan tertentu, misalnya -- pada saat jalur lambatnya dalam kondisi macet berat dan bersepeda di trotoar juga tidak memungkinkan (baca point.2); maka ada beberapa rekan yang memanfaatkan jalur cepat. Nach ada beberapa aturan tidak tertulis untuk melakukan ini, yaitu:
Pastikan anda menggunakan jalur cepat HANYA dikala kondisi jalur cepat dalam keadaan merayap. Pastikan anda sudah mahir berkendara sepeda di jalur sempit dan mampu menjaga irama kecepatan. Pastikan anda melaju di posisi paling kiri (JANGAN MENYELIP DIANTARA DUA KENDARAAN), dimana ini sering mengagetkan pengemudi mobil. Saya beberapa kali melihat ini terjadi dan dilakukan oleh rekan b2w. Mohon pengertiannya untuk tidak melakukan lagi. Bila sedang melaju di posisi paling kiri jalur cepat, lalu terhalang kendaraan didepannya, maka kita HARUS BERHENTI, jangan berusaha untuk memotong/ menyelip. Apalagi sampai naik kejalur hijau antara jalur cepat dan jalur lambat. Belajarlah dari REKAN2 b4w yang sudah dari dulu memanfaatkan jalur cepat dikala memungkinkan, dimana mereka selalu setia diposisi paling kiri. PERGUNAKAN LAMPU BELAKANG YANG JELAS, ini sangat penting, mohon diperhatikan.
(2) BERSEPEDA DI TROTOAR Trotoar pada dasarnya di sediakan untuk para pejalan kaki, namun dibeberapa negara fungsi trotoar juga dimungkinkan untuk bersepeda, khususnya kala tidak tersedia jalur berSepeda. Untuk kita di sini, di Jakarta, dibeberapa jalan kita memang terpaksa menggunakan trotoar. Dalam kondisi seperti ini kita harus memprioritaskan pejalan kaki, jangan sekali2 mendahului mereka secara meng-kagetkan, melajulah seirama dengan mereka. Jika kondisi trotoar sangat padat jangan segan2 menuntun sepeda anda.
(3) BERSEPEDA DI JEMBATAN PENYEBRANG Serupa dengan bersepeda di trotoar, bersepeda di jembatan penyebrang tetap harus memprioritaskan kepentingan pejalan kaki. Namun mengingat kondisi jembatan penyebrang yang beraneka ragam, dan kebanyakan cukup sempit dan ramai, sebaiknya sepeda kita tuntun ketika berada di jembatan penyebrang. Meskipun ada beberapa jembatan penyebrang yang cukup lebar dan tidak terlalu ramai, sehingga masih memungkinkan untuk dikendarai. Pastikan saja selama dijembatan anda berlaku sopan, tidak menyalip pejalan kaki yang ada, tidak membunyikan bel untuk minta jalan, dsb.
Demikian himbauan dari kami demi keselamatan dan kenyamanan kita semua termasuk pengguna jalan, trotoar dan fasilitas umum lainnya.
Situasi ini terjadi, semata-mata karena belum tersedianya infrastruktur dan aturan hukum yang mendukung, misalya aturan yang jelas (baca:larangan) bersepeda di jalur cepat. Tentu saja, semuanya akan menyesuaikan apabila berSepeda sudah disediakan infrastruktur dan payung hukum yang memadai. Selama ini belum tersedia, mari kita tetap bersepeda dengan tenggang-rasa yang tinggi terhadap pengguna jalan lainnya demi keamanan dan kenyamanan bersama.
Mari kita jaga nama baik komunitas b2w-Indonesia ini dengan berempati untuk meraih simpati dari pengguna jalan lainnya.
Semoga berkenan.
Salam - Ozy (Ketua b2w-indonesia)
Jum’at sore (070907) setelah paginya ikutan acara B2W Day, maka sore harinya aku menggowes “si merah” kembali menuju Balaikota untuk mengikuti acara syukuran ulang tahun komunitas ini, dibayangi dengan tebalnya awan mendung yang siap mencurahkan hujan aku tetap bersemangat menggowes. Sesampainya di Balaikota hujan turun dengan derasnya hingga acara syukuran ini terasa diberkahi dengan limpahan air yang segar dan menyejukkan. Kelar acara kami masih menunggu hujan sedikit reda dan jam 19.20 kamipun pulang, kali ini aku mengikuti Jalur Robek (Rombongan Bekasi), menembus padatnya arus lalu lintas sehabis hujan dan kami benar-benar membuat iri para pengendara mobil yang hanya bisa pasrah berhenti total di jalan. Malam ini jalur yang aku lalui benar-benar panjang dan berat dan baru kali inilah aku melewati jalur pulang para robekers, kalo nggak salah ada 4 Fly Over dan ditambah 1 Underpass yang harus aku lewati padahal selama ini aku belum pernah yang namanya main di tanjakan, untunglah ada motivatorku yaitu tante fitria, malu kan kalo sampai kehabisan napas nggak bisa nanjak sementara beliau sedemikian mudahnya melibas tanjakan, thank you berat yah nte ipit udah bikin aku lulus di tanjakan… Jadi jalur yang aku lewati itu adalah : Balaikota-Thamrin-Menteng-Kuningan-Casablanca-Kmp. Melayu-Basuki Rahmat-Cipinang-Pondok Bambu-Pangkalan Jati (Pit Stop 1 jam di Mc’D)-Kalimalang-Radin Inten-Pondok Kopi-Penggilingan-Pulogebang-Raya Bekasi-Aqua-Pondok Ungu-Wisma Asri-Rumah. Kebayang khan jauhnya….dan akupun sukses tiba di rumah tepat saat jam menunjukkan pukul 23.00 hampir menjelang tengah malam... foto : saat pit stop di Mc’D Pangkalan Jati jam 21.00, masih + 20 km lagi menuju ke rumah…
*Another side story of B2W Day* Jum’at subuh kemarin saat gowes subuh-subuh, tujuan pertama adalah meeting point Timut di Arion Plaza, setibanya di sana seperti biasa kita saling berjabat tangan erat tanda persahabatan, halte yang makin lama makin penuh oleh para B2W’ers. Tapi di sudut halte terlihat ada yang manis-manis (heran kalo untuk masalah begini radar gue masih tajem aja), sayang untuk dilewatkan mumpung lagi bawa kamera jadi coba aja aku jepret dia, tapi gimana caranya yah…???... udah gitu di sebelahnya ada cowoknya lagi, salah-salah bisa berantem pagi-pagi dah. Akhirnya akal buluspun tercipta “ting!!!” aku geser sebuah sepeda kuning dan aku mulai pura-pura memotret sepeda itu padahal yang aku potret mah latar belakangnya, eh tapi kayanya si cowok rada gerah juga tuh sampe dia harus bangun dan tangannya bersedakep memperlihatkan otot-ototnya….hiiiiii…….. Dan biar dia nggak curiga, akupun bener-bener memotret stiker yang tertera di frame sepeda tersebut, dan sepertinya itu cowok jadi berkurang kadar kecurigaannya... Huahahahahaha....kena tipu diaaaaa..........  foto 1 : foto pertama, cowoknya masih cuek  foto 2 : saat sang cowok memamerkan ototnya  foto 3 : beneran moto stiker sepeda  foto 4 : hasil cropping si manis
Ini adalah salah satu “side story” dari perjalanan pagiku saat B2W Day jum’at kemarin… Ceritanya pada saat menuju Balaikota kami semua sempat Pit Stop sejenak di Mc’D Cikini untuk sarapan dan bagi-bagi kaos, saat aku tengah sarapan di pinggir jalan tersebut sebuah Hyundai Atoz menepi untuk memesan Mc’D melalui fasilitas drive through yang disediakan, pengemudinya seorang wanita muda yang cantik dan modis. Kebetulan yang paling dekat dari mobil tersebut adalah aku, jadilah saat dia menunggu pesanannya dia mengajak aku ngobrol, awalnya sih biasa-biasa aja diawali dengan dia bertanya tentang kegiatan yang tengah aku ikuti mungkin dia rada bingung dengan banyaknya sepeda yang parkir di pinggir jalan, tapi aku mulai menangkap gelagat kurang baik karena mencium bau minuman keras dan bahasa tubuhnya yang menandakan dia masih dalam pengaruh obat-obatan. Tapi kemudian tiba-tiba dia bilang gini sama aku, “mas nggak usah ikutan sepedaan deh, ikut sama aku aja yuk… khan nanti sama-sama ngegenjot” sontak aku kaget sampe hampir keselek burger…uppss… Maksodnya…???...tanyaku nggak mudeng, trus dia bilang lagi “iya ikut aku aja… nanti bisa nggenjot yang ini...” sambil dia menaikkan kedua kakinya ke atas jok mobil dan jarinya menunjuk (maaf) ke bagian sensitifnya, di mana saat itu ternyata dia hanya mengenakan celana yang teramat pendek, maka tak ayal lagi terjadilah gelar p**a pagi-pagi. Jelas aku rada shock karena pagi-pagi udah harus ngadepin yang kaya beginian untunglah skenario “Saved by the Bell” terjadi padaku, di saat yang kritis itu datanglah orang Mc’D yang membawakan pesanannya hingga aku bisa segera beranjak pergi dari situ dan pintong ke sisi yang lain…Fyuuihh…. Astaghfirullahaldzim... maafkan aku Ya Allah kalo tadi aku sempet liat dikit... bikin dosa gue tambah banyak aja…. *maaf nggak ada fotonya doi... foto burger aja yah.....*
|  | Hari ini (070907) adalah hari ulang tahun ke-2 Komunitas B2W, dan tadi pagi jam 4.05 sebelum subuh aku sudah meluncur bersama “si merah” mungkin tadi berbarengan dengan maling pulang kantor kali yah… hehehehe……
Subuh terpaksa dilakukan di jalan kebetulan pas adzan udah deket Masjid di Cakung jadi masih sempat dapet berjamaah, baru setelah itu lanjut ke meeting point-nya “Timut” di Arion Plaza syukurlah sampai disitu masih 5.20 belum telat dari yang disyaratkan.
05.30 Take-off dari Arion menuju Balaikota, rute yang dilewati adalah LIA–Pramuka-Matraman-Proklamasi-Cikini-Cik di Tiro-Menteng-Balaikota, sempet istirahat di Pasar Pramuka untuk gabung dengan para goeser lainnya dan juga di Mc’D Cikini untuk sarapan Burger dan bagi-bagi T-Shirt.
Sampai balaikota udah rame banget, sayang SBY nggak jadi goes jadi tadi cuma liat Bang Kumis aka Foke yang sambutan (andai Adang yang sambutan), kelar seremoni dilanjut dengan sepedaan menyusuri Thamrin dan memutar di Bundaran HI untuk kemudian kembali lagi ke Balaikota untuk menikmati sarapan pagi… yummiii….
Kelar sarapan tibalah saatnya back to my office di sunter… huhuhu..ternyata yang ke arah sunter cuma aku sendiri, terpaksa deh gowes sendirian, sampai kantor langsung mandi dan siap beraktifitas seperti biasa….
Nggak nyangka aja ternyata aku bisa membawa “si merah” mengarungi Jakarta hingga dia bisa melihat Monas…hehehehehe…….
Selamat Ulang Tahun B2W Community...... |
Besok adalah hari besar buat Komunitas B2W, karena merupakan hari peringatan ulang tahun terbentuknya komunitas ini, dan yang lebih membanggakan rencananya besok sejumlah menteri beserta beberapa staffnya akan mengikuti acara bersepeda bersama dengan rute Balaikota – Bundaran HI – Balaikota, malahan kalo jadi sepertinya Presiden SBY akan turut serta pula bersepeda bersama kami, duh jadi nggak sabar menunggu esok tiba… Padahal untuk mengikuti acara itu aku harus sudah berangkat dari rumah jam 04.15 pagi agar bisa berkumpul dulu di shelternya Robek atau Timut. Padahal untuk bisa memeriahkan acara itu aku terpaksa harus ijin datang terlambat ke kantor. Padahal untuk bisa ikutan menyukseskan acara itu aku harus menggowes sepeda dengan jarak yang 3 kali lipat dari biasanya. Tapi rasanya nggak sabar untuk segera terlibat di dalamnya, dan sudah tergambar jelas apa yang harus kulakukan sepulang kantor nanti, yang pasti si merah harus mandi malam-malam agar esoknya bisa segar dan fit serta nggak rewel dibawa jauh.... tak lupa pula persiapan fisik yang harus prima...... Doain yah biar besok acaranya sukses.......
Link: http://sonnysusanto.multiply.com/photos/album/28/Ladies_Bike_To_WorkTernyata selain kaum pria, di komunitas B2W sudah banyak juga para Ladies yang berani pula bersepeda ke kantor, data terakhir menunjukkan kalau sudah sekitar 40-an ladies yang berani membawa sepedanya menembus hutan belantara kemacetan Jakarta.
Mau tahu dan kenal siapa saja dari mereka itu…silahkan klik link album fotonya om inos ini dijamin bakalan takjub deh...karena selain mereka itu berani mereka juga cantik-cantik lho......
Hehehehehehe……
|  | Sewaktu pertama-tama ikutan gabung sama komunitas B2W, aku seringkali dikagetkan dengan mahalnya harga-harga aksesoris sepeda, memang sih harga berkorelasi dengan kualitas, tapi apa iya kalo mau sehat itu juga harus mahal…???... nggak selalu khan…
Seperti pernah ditulis oleh kang tian dalam salah satu jurnalnya tentang harga helm sepeda yang “setinggi langit” dibandingkan dengan harga helm motor yang malah lebih banyak menghabiskan material karena modelnya yang full face sementara kalo helm sepeda hanya menutup kepala saja udah gitu bolong-bolong lagi.
Selain helm, aksesoris lain yang wajib ada di sepeda adalah lampu, baik depan maupun belakang, ini juga rada bikin pusing karena harganya itu yang rata-rata di atas 150.000 untuk masing-masing lampu (merk CATEYE) jadi total 300.000 hanya untuk lampu saja, bisa-bisa mengganggu stabilitas dapur nih kalo diturutin…
Akhirnya secara nggak sengaja saat suatu sore mampir ke Ramayana, di counter serba 5.000 aku menemukan lampu belakang sepeda yang bisa kelap-kelip bertenaga baterei, langsung aja aku bungkus dua sekalian buat cadangan, murah banget khan… udah gitu kelap-kelipnya ada 6 model lagi.
Nah untuk lampu depan aku dapetnya dari seorang teman di Milis Robek, saat itu dia menginformasikan bahwa ada lampu depan sepeda yang harganya hanya 20.000, dia juga sebenarnya dapet dari temannya yang sering naik KRL Jabotabek, jadilah aku minta tolong beliau untuk dipesankan satu, saat sudah terpasang di handlebar ternyata lampu itu terangnya mantap banget dan punya dua system pencahayaan, satu fix seperti senter dan satunya lagi kelap-kelip yang amat eye catching banget, selain di KRL lampu depan seperti ini juga bisa didapatkan di kaki lima karena aku kemarin juga berhasil beli lagi sepulang dari sholat jum’at, biasanya khan ada pasar siang dadakan setelah jum’atan…
Jadi buat yang mau nyari lampu juga, ini aku tampilkan fotonya agar nggak salah beli… oh iya harga lampu depan itu ternyata kalo kita “bisa nawarnya” dapet seharga 15.000 sudah termasuk 4 buah battrei AAA, tapi kalo apes yah maksimal 20.000, jangan lebih.
|
Semenjak aktif bersepeda ke kantor sejak 3 bulan yang lalu, belum pernah sekalipun aku merasakan bagaimana rasanya pulang kantor bersepeda di malam hari, karena biasanya kalo pas bawa sepeda aku usahakan untuk selalu teng…berr…pas di jam 4 sore. Jum’at minggu kemarin seperti biasa adalah B2W-Day, jadi aku bersepeda hari itu nah tiba-tiba pas di kantor salah satu rekan mengundang kami untuk makan-makan di Hanamasa Rest. Sport Mall Kelapa Gading, sebuah tawaran yang teramat sayang untuk dilewatkan… tapi aku jadi sedikit ragu… gimana pulangnya yah masa abis makan sekenyangnya terus genjot sepeda ke bekasi…???... sempet ada opsi untuk ninggalin “si Merah” di kantor… tapi nggak tega masak tuannya makan-makan “si Merah” dibiarkan merana di pojokan kantor……. Akhirnya dengan ayunan gowes yang mantap… kuarahkan “si Merah” sedikit melenceng dari jalur semestinya, dan sukseslah gue makan-makan dan sukses pula membuat pemilik Hanamasa ketar-ketir karena ada serombongan musafir kelaparan yang menyambangi restonya…. Hehehehe…… Saat pulang ada sedikit keraguan lagi… apa bisa yah gowes dalam keadaan perut full begini, jangan-jangan malah jackpot di tengah jalan lagi, atau malah gowes gaya kura-kura yang bikin sampe rumah jadi tengah malam, ternyata lagi-lagi gue underestimate sama kekuatan diri sendiri, malah dalam keadaan perut full gue bisa express banget sampe rumah… Ternyata Night Rider itu enak banget… hawa udah adem, jalanan udah rada lancar meski tetep aja krodit, semangat makin tinggi karena pengen cepet nyampe rumah, untung “si Merah” udah rada lengkap assesoriesnya terutama lampu depan dan belakang yang kelap-kelap eye catching pokoknya bikin ngiri yang naik mobil/motor deh…… Nanti sore pulang malem lagi aahh……. foto : waktu kehujanan di bulan mei … saat nyampe rumah ampir maghrib...nyaris Night Ride…..
Sore kemarin selepas jam pulang kantor bergegas aku menyusuri jalan bersama “si merah” menuju Kelapa Gading ke tempat kediamannya Mbakari yang sedang mudik ke jakarta, yah...hari itu aku memang berniat ketemu mbakari setelah tiga hari sebelumnya beliau mengirimkan PM yang mengabarkan keberadaannya di Jakarta. Tetapi sesampainya di rumah tujuan aku harus kecewa karena yang bersangkutan sedang tidak ada di rumah, memang ini salahku juga yang nggak janjian dulu sama beliau, aku hanya menjawab PM-nya saja tanpa menghubungi nomor telepon yang diberikan, tadinya sih maksudnya biar jadi kejutan saat aku datang dengan menggenjot “si merah”, akhirnya sebagai bukti kalo aku sudah sampai, aku minta tolong sama mas-mas yang aku temui di rumah itu untuk memotret aku dengan latar belakang rumah mbakari….. Akhirnya putar haluanlah aku kembali menuju bekasi dengan melewati kawasan mewah kelapa gading, dan perjalananpun kembali lancar hingga tiba-tiba aku dipepet sebuah Vario Merah (merah dipepet merah) sempet mikir mau ngapain nih orang mepet-mepet, mo ngajakin ribut apa yah….???.... (darah priok mendidih!!!) Ternyata beliau minta waktu sebentar untuk wawancara tentang Bike to Work karena yang bersangkutan sedang membuat Film Dokumenter mengenai Global Warming, wah mendadak demam kamera nih…. intinya sih diminta cerita tentang diri pribadi, motivasi bersepeda ke kantor, intensitas perminggu, jarak tempuh, pengalaman dan suka dukanya, himbauan pada yang belum bersepeda dan ditutup dengan beliau meliput perjalananku bersepeda sepanjang kurang lebih 3 kilometer……. Mendadak Seleb deh……. Hehehehehehehe…… foto : didepan rumah mbakari
Selasa pagi ini coba gowes setelah kemarin absen karena masih kelelahan setelah melaut ke teluk Jakarta……. Sepanjang perjalanan nggak ada yang menarik untuk diceritakan karena berjalan seperti biasanya alias macet berat cuma karena sepeda aja aku bisa lebih leluasa meliuk-liuk diantara kendaraan yang pada stuck…bikin ngiri para pengemudinya…hehehe… lagian siapa suruh bawa mobil/motor mendingan naik sepeda bisa bebas macet…. Nah sesampainya di kantor aku mau nyoba lewat pintu belakang yang biasanya hanya boleh dilewati oleh para Asistant Manager ke atas (AM-up), aku mau nyoba aja siapa tahu boleh… pas sampai di depan gerbang benar aja aku langsung di stop sama security dan dilarang lewat di sana, beginilah percakapanku dengan mas security : Security : maaf pak…ini khusus untuk AM-up, silahkan lewat pintu depan Aku : saya juga AM pak…. (entah dapet bisikan dari mana) Security : oh maaf pak kalau begitu silahkan lewat, abis naik sepeda sih Aku : boleh dong AM naik sepeda, bosen naik mobil terus….(ngaco) Security : Oke Boss lebih sehat yah……silahkan…. Aku : Makasih yah….. Akupun segera berlalu meninggalkan security itu dengan tawa tertahan… dia nggak tahu kalo AM yang aku maksud itu bukannya Assistant Manager tapi Anggota “sepeda” Merah Maaf yah mas security…lain kali nggak lewat situ lagi deh, abis tadi kalo muter ke depan khan jauh… hehehehehe…
Setelah beberapa waktu lamanya aku menggowes sepeda hanya sekali seminggu, kini saat bersepeda ke kantor menjadi kebutuhan, saat badan malah jadi pegal-pegal gara-gara dua minggu nggak gowes saat PULKAM kemarin, maka mulai minggu ini akupun meningkatkan jam tayang bersepedaku menjadi dua kali seminggu setiap hari senin dan jum’at. Entah mengapa kegiatan yang dipandang sebagian orang sebagai perbuatan GILA dan NEKAT ini malah menjadikan aku begitu ketagihannya, ada yang kurang rasanya kalau dalam seminggu nggak gowes sepeda, istilahnya aku sudah ketergantungan akut malah mungkin sudah SAKAW!!!!!… Jadi kalo setiap senin dan jum’at di jalan raya bekasi ada Sepeda Merah dengan pengendaranya yang mengenakan T-Shirt Merah/Kuning dan Helm Merah… hampir bisa dipastikan itu adalah aku….. dan tadi pagi sempet kehujanan eeeuuyy… J “Bersepeda ke kantor???... kamu bilang NEKAT… aku bilang NIKMAT!!!!” *iklan*
Minggu 08 Juli 2007 jam 05.10 pagi, aku sudah meluncur di atas sepeda merahku menuju Marakash Square Pondok Ungu Bekasi, dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan “Sosialisasi Bike to Work” yang digagas oleh Robek (Rombongan Bekasi) Setibanya di Marakash, aku langsung membantu Om Iman menyiapkan segala peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan, seperti mengatur sepeda yang akan didisplay (berhubung sepeda anjrit-nya belom pada dateng, maka terpaksa sepeda murmerku yang mejeng), memasang foto-foto kegiatan B2W di seantero Jakarta dan lain-lain. Didahului dengan acara senam bersama warga yang pagi itu datang untuk berolahraga, lumayan seru juga senamnya hingga Om Koen-pun ngos-ngosan kehabisan napas…, setelah itu acara kitapun di mulai dengan membagi-bagikan Flyer berisi ajakan untuk jangan takut dan ragu bersepeda ke tempat kerja, ternyata kehadiran kami cukup mendapat sambutan yang meriah dengan banyaknya masyarakat yang datang untuk mendengar penjelasan dari Om Koen yang begitu berapi-api. Di tengah seru-serunya pembagian Flyer, datanglah Robekers yang lain hingga membuat stand kami jadi tambah rame dengan aneka model sepeda dan gaya berpakaian kami yang memang heboh banget, dan ini membuat minat masyarakat makin besar untuk mengunjungi kami…..sudah tentu kamipun jadi tambah semangat pula. Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada pengelola Marakash atas ijin dan kesediaannya menerima kami, sehingga acara ini bisa terselenggara dengan sukses, dari Marakash kamipun pintong ke rumah Om Iman untuk istirahat sekaligus untuk menikmati Gurame, Cumi & Udang bakar serta aneka makanan lainnya yang sungguh sangat memuaskan hati dan cacing-cacing dalam perut yang sejak pagi sudah meronta-ronta…hehehehehe….. Kelar acara kitapun segera pulang menuju rumah masing-masing, sekalian uji nyali aka genjot sepeda di tengah terik matahari jam 13.30 siang….. betapa panasnya……..
Jumat pagi kemarin ada yang lain dalam perjalanan bersepeda ke kantor, dari yang biasanya hanya berdua dengan om iman, maka pagi itu aku dan om iman mendapatkan kehormatan ditemani oleh dua orang pembesar Robek (Rombongan Bekasi), yang pertama adalah Om Tony beliau adalah ketua dari Robek dan yang kedua adalah Om Koen yang merupakan sekretarisnya… Om Koen ini selain pembesar Robek juga memang tinggi besar badannya hehehehe…… Selama perjalanan kita sempatkan untuk “berkampanye” tentang Bike to Work, dengan menyebarkan Flyer yang berisi ajakan untuk ber-B2W serta tips bersepeda yang aman dan nyaman, juga membagikan Bike Tag kuning kepada pengendara sepeda yang kami temui di jalur utara tersebut, cukup banyak juga pesepeda yang kami pasangkan Bike Tag tersebut. Dan karena aku yang tiba lebih dulu di kantor maka kamipun terpaksa berpisah setelah sebelumnya kami menikmati sarapan nasi bebek di depan kantorku.... Makasih yah om-om semua.... makasih udah ditemenin... Makasih Om Tony yang udah Full Support untuk Jalur Utara Makasih Om Iman untuk Mini Stiker Robek-nya Makasih Om Koen untuk Bike Tag & Flyer-nya
Selama berinteraksi dalam “Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia” Chapter Bekasi aka Robek (Rombongan Bekasi), aku sering mendengar cerita-cerita suka dukanya bersepeda ke kantor, salah satu yang paling sering dialami adalah sulitnya mencari tempat mandi saat tiba di tempat tujuan, mengapa harus mandi lagi…???... selain karena untuk kembali menyegarkan badan setelah gowes sepeda juga agar tidak menimbulkan polusi udara di ruangan kerja…. hehehehe…… banyak yang terpaksa menumpang mandi di pos jaga satpam bahkan ada pula yang terpaksa mencari masjid/musholla yang paling dekat dengan lokasi kantor (cerita om blacken) Permasalahan kedua adalah tempat parkir sepeda, meskipun tingkat kesulitannya lebih rendah dari mencari kamar mandi, tapi urusan yang satu ini cukup merepotkan juga, kebanyakan para B2W’ers memarkir sepedanya di tempat parkir motor atau titip di pos jaga satpam, yang jadi masalah adalah untuk yang bekerja di lantai atas sebuah gedung tinggi…nggak mungkin untuk bolak-balik ke parkiran hanya untuk mengecek keberadaan sepeda, makanya banyak juga yang terpaksa mengangkut sepedanya ke lantai atas tempatnya bekerja (ini khusus untuk pemilik sepeda anjrit yang kalo sampai hilang bakalan nangis bombay) xixixixixixiiiiiiii……… Dan Alhamdulillah aku nggak ngalamin kedua hal tersebut di atas, secara kantorku ini adalah “Office Plant” alias kantor di atas pabrik, jadi untuk urusan mandi di sini tersedia lebih dari 300 pintu kamar mandi di mana lebih dari 100 di antaranya dilengkapi pula dengan Hot Water dan untuk urusan parkirpun di sini banyak tersebar tempat parkir khusus secara sepeda adalah transportasi yang digunakan karyawan untuk wara-wiri di pabrik… Tulisan ini dibuat bukan dengan maksud membuat iri para B2W’ers lho…hehehehe….. Go Robek…!!!... Go B2W…!!!...    ket foto : # foto 1 : Parkiran Sepeda # foto 2 : Kamar mandi dalam kantor (ada hot water-nyah) # foto 3 : Kamar mandi di Pabrik
| |