Ini adalah sebuah judul drama seri dari Taiwan yang setiap malam selalu kita saksikan lanjutan serialnya, ditayangkan oleh DAAI-TV sebuah TV Station baru di Jakarta dan Medan.
Ada yang menarik dari cerita yang bergulir di serial ini yang mengisahkan perjuangan hidup seorang wanita yang bersuamikan seorang yang amat pemalas, tak tahu malu dan hanya tahu bersenang-senang dengan menggunakan uang dari hasil kerja keras istrinya itu, penderitaannya semakin bertambah tatkala ia pun hidup bersama ibu mertuanya yang memang menyayanginya tapi sekaligus juga selalu melindungi anak lelakinya itu.
Cerita terus mengalir hingga suatu saat A-Chua (nama wanita itu) memutuskan untuk bercerai dari suaminya, namun meskipun bercerai ia tetap tak bisa lepas dari suaminya yang kini bahkan sudah memperistri seorang pelacur, ini disebabkan baktinya kepada ibu mertuanya yang tetap meminta A-Chua untuk tinggal bersama mereka, karena mertuanya itu tahu bahwa mereka takkan bisa hidup tanpa A-Chua.
Dengan uletnya, siang malam A-Chua bekerja menjajakan dagangannya dan berkat ketekunan, kejujuran, keramahan dan semua sifat baiknya maka perdagangannya menjadi amat maju, sementara dia bekerja siang malam, sang mantan suami dan istri barunya itu hanya bisa menghabiskan uangnya dengan selalu minum-minum dan menjadi parasit dalam kehidupan A-Chua.
Lalu kenapa A-Chua mau saja diperlakukan seperti itu, tak lain karena saking baktinya dia pada sang ibu mertua yang selalu mengancam akan bunuh diri apabila dia merasa bahwa A-Chua akan menelantarkan anak laki-lakinya yang bajingan itu, rupanya dalam adat Taiwan peran seorang ibu mertua amat vital untuk menantu perempuan dan bahkan melebihi ibu kandungnya sendiri.
Kadang terselip rasa kagum dan juga gemas melihat seorang A-Chua dan permasalahan yang selalu melingkupi sepanjang hidupnya, kesal pada sang ibu mertua yang selalu membela anak laki-lakinya itu dan seperti nggak mau tahu dengan perasaan A-Chua, benar-benar sebuah perjuangan hidup yang terasa amat berat namun harus dilakoninya.
Penasaran…???... saksikan setiap malam pukul 20.00 WIB di DAAI-TV Channel UHF 59 Jakarta atau UHF 51 Medan…… tanpa iklan lho…
Berikut Sinopsis yang di ambil dari situs DAAI TV (
http://indonesiadaaitv.wordpress.com/2007/11/14/seputih-cahaya-rembulan/)
Seputih Cahaya Rembulan
Kisah ini terjadi dijaman perang dunia kedua. Disaat rakyat Taiwan sedang memperjuangkan hak mereka, menantu keluarga Chen melahirkan seorang anak perempuan yang bernama Chen Chua. Chen Chua tumbuh menjadi gadis yang cantik, pintar serta pemberani dibawah asuhan nenek buyutnya. Walau A Chua seorang perempuan, tapi ia dianggap sebagai cucu emas oleh nenek buyutnya. Saat berumur 17 tahun dia menikah dengan seorang pemuda yang bernama, You Jin Yuan. Tidak lama setelah menikah, kelakuan You Jin Yuan semakin menjadi, dia tidak bekerja, sering mabuk dan suka mencari perempuan hiburan. Karena kondisi keluarga, Chen Chua harus banting tulang untuk menghidupi ibu mertua, dua putra kandungnya sendiri dan dua orang anak kakak You Jin Yuan. Disaat kondisi ekonomi mereka sudah agak mapan, You Jin Yuan jatuh cinta dengan seorang gadis penghibur, A Rui, dan ingin menikahinya menjadi istri kedua. Karena melihat suaminya begitu mencintai wanita itu, Chen Chua pun merestui pernikahan mereka dan menjemput A Rui untuk tinggal bersama. Tidak lama kemudian, karena kesalahanYou Jin Yuan pabrik yang dirintis Chen Chua bangkrut. Sejak itu keluarga Chen Chua menjadi berantakan, karena tidak bisa membayar hutang maka You Jin Yuan dan A Rui kabur dari rumah, sedangkan Chen Chua terpaksa harus meninggalkan ibu mertua dan putranya untuk mencari nafkah. Hingga tua, Chen Chua masih harus mencari uang sendiri walau putranya sudah ada penghasilan yang mapan. Puluhan tahun telah berlalu, karena tidak tega melihat ibu mertuanya begitu mengkhawatirkan putranya, maka Chen Chua mengijinkan You Jin Yuan dan A Rui tinggal dirumahnya. Karena ibu mertuanya juga Chen Chua harus merawat You Jin Yuan dan A Rui hingga akhir hayat mereka. Tapi Chen Chua tidak pernah mengeluh melakukan semua ini, karena dengan melakukan semua ini, hatinya merasa tenang dan bahagia. Di usia tuanya, Chen Chua menjadi relawan di Tzu Chi, dilubuk hatinya, dia merasa puas. Kebijaksanaan yang bersinar dari dalam dirinya, seperti sinar rembulan, dengan tanpa ego menyinari dunia fana ini.