Weekend kemarin sejatinya adalah bisa menjadi weekend tersibuk di bulan Ramadhan tahun ini secara di dua hari tersebut total ada 4 (empat) undangan buka bersama yang andaikata bisa…semuanya ingin aku datangi, sayang aku tidak bisa membelah diriku ini agar bisa berada di dua atau lebih tempat pada saat yang bersamaan.
Dan memang aku harus memilih… di hari sabtu itu aku memutuskan untuk memenuhi undangan adikku OW di bintara kranji bekasi sementara undangan dari masjid di cluster aku wakilkan pada bunda dan anak-anak, maka setelah mandi bergegaslah aku menuju kediaman OW… tapi apa daya sesampainya di pintu gerbang perumahan terlihat keadaan yang sebenarnya hampir tak pernah aku temui selama aku tinggal di situ, yaitu kemacetan total bin parah entah apa yang menyebabkannya, padahal aku sudah berusaha memotong jalan melewati pematang sawah tapi tetap aja di ujung sawah kemacetan itu sudah kembali menghadang, akhirnya terpaksalah aku membatalkan kepergianku dan kembali bergabung dengan jamaah masjid di clusterku…. *Maaf banget yah OW…..*
Sepulang dari berbuka puasa di masjid itu, tiba-tiba saja zahra demam tinggi panasnya bahkan melewati 390 C, ketika aku buka lemari obat ternyata obat andalan zahra habis jadilah malam itu juga aku ngebut menuju apotik karena takut keburu tutup, dan zahra melewati malam itu dengan panas yang cukup tinggi meskipun sedikit turun setelah meminum obat andalannya sejak kecil.
Dan seperti biasa kalau sakit zahra selalu tidak ingin jauh dari aku apalagi kebetulan itu adalah hari libur, duh… padahal hari itu ada 2 (dua) lagi moment penting yang ingin aku ikuti, yaitu Baksos + Bukbernya CAB di Bantargebang dan Bukber bersama Robek-B2W di Galaxy Bekasi, maka terpaksalah aku gagal mengikuti kedua acara tersebut…karena aku memilih untuk menemani zahra...
Jadi bersama jurnal ini aku pribadi ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada Bunda, kakak/adik di CAB karena sungguh ini merupakan sesuatu hal yang berat buatku… disaat semuanya sedang mendulang pahala di sisi Allah aku nggak bisa ikut meraihnya, padahal Bantargebang hanya sekedip mata dari tempatku berada, dan seperti kata Ian aku kalah dari Dini yang sudah datang jauh-jauh dari bandung.
Juga permohonan maaf ini aku tujukan pula untuk semua om dan tante di Komunitas Robek-B2W, memang pada awalnya aku sudah menetapkan untuk tidak bisa hadir di rumah nte ipit karena sudah diundang lebih dulu ke Bantargebang tapi sempat secercah harapan tersirat bahwa aku bisa hadir setelah melihat susunan acara CAB yang hanya sampai ba’da maghrib, padahal ingin sekali aku bisa kembali bersilaturahim bersama kalian menuntaskan persoalan yang mungkin pernah ada…
Pelajaran yang bisa dipetik adalah manusia memiliki rencana namun tetap Allah yang menentukan, maaf dan terima kasih atas pengertian semua teman-teman, semoga suatu saat nanti Allah akan mentaqdirkan kita bertemu dan bersama….