Always Starting Your Day With Smile....

Om's posts with tag: family

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag family
Blog EntryMet Milad Riza….Jul 10, '08 9:08 PM
for everyone

Pagi ini 11 Juli 2008, tak terasa Riza… jagoannya OR genap berusia 3 tahun, usia yang masih rentan karena masih masuk katagori Balita.

 

3 tahun yang sangat membahagiakan kami karena kehadirannya telah melengkapi keberadaan keluarga kecil OR, lengkap karena sebelumnya Alhamdulillah kami telah dikaruniai seorang anak perempuan.

 

Tak ada doa khusus yang kami panjatkan pagi ini, hanya permohonan tulus pada-NYA agar selalu menyehatkan Riza setelah setahun belakangan ini terasa sering kali Riza terserang penyakit terutama yang berkaitan dengan system pernafasannya.

 

Met Milad Riza…

 

Semoga Allah memudahkan hidupmu

Semoga Allah membanyakkan Rizkimu

Semoga Allah membaguskan jodohmu

Semoga Allah mengaruniakan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak...

 

Amiinn.......

 

Peluk cium dari Ayah, Bunda dan kakak Zahra...

 

 

foto : Riza with Zahra…


Blog Entry[Narsis] Kembar…???...Jul 8, '08 9:41 PM
for everyone

Ternyata bukan kembar…. cuma sama aja…..

 

 

 

Yang ini sama gayanya…

 

 

 

Yang ini sama botaknya…

 

 

Dan satu lagi persamaannya…..”Sama Gantengnya”

 

Huehehehehehehehe...


Blog Entry[Zahra] Ada bakat dagang…Jun 17, '08 11:12 PM
for everyone

Kebiasaan zahra itu kalau dikasih uang pegangan untuk jajan di sekolah, amat jarang sekali digunakan untuk membeli jajanan yang berupa makanan/minuman, lebih sering uangnya itu dibelanjakan kertas-kertas file dengan motif yang beraneka warna dan rupanya, ada yang bermotif gambar kartun atau yang full colour, biasanya dia membeli dengan harga Rp.1,000/5 lembar.

 

Hari minggu kemarin zahra kedatangan para teman-temannya yang mengajak bermain bersama di rumah, setiap hari ahad zahra dan teman-temannya itu memang biasa bermain berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya, kebetulan (mungkin) kemarin adalah jatahnya main di rumah zahra.

 

Entah bagaimana ceritanya, saat selesai bermain dan teman-temannya sudah pada pulang zahra memamerkan uang pecahan seribu rupiah sebanyak 5 lembar, dan terjadilah percakapan dengan bunda :

 

Zahra   : lihat nih bunda… zahra dapet uang Rp.5,000….

Bunda  : dapet dari mana kak…???...

Zahra   : zahra tadi jualan kertas file bunda, abis teman-teman tadi pada suka…

Bunda  : jualnya berapa kak...???... nanti gak bisa beli lagi lho...

Zahra   : tenang bunda... kalo di sekolah khan zahra belinya seribu dapet 5 lembar...

Zahra   : tadi zahra jual seribu 2 lembar... jadi zahra untung khan bunda…

Bunda  : waaaa.......untung gede dong kak.....

Zahra   : besok mau zahra beliin kertas file lagi, trus dijual lagi deh....

Bunda  : J

 

Hehehehe... jadi inget masa kecilku yang pernah jualan permen, mudah-mudahan ini langkah kecil zahra yang akan menjadi sebuah langkah besar untuk kelak jadi seorang pengusaha...amiinnn...


Blog Entry[Riza] Bikin inget Ceu Mumun…Jun 5, '08 10:19 PM
for everyone

Dari hari ke hari perkembangan riza semakin pesat, yang tadinya sampai umur 2 tahun lebih belum bisa ngomong lancar (sampai bikin kuatir banyak orang) sekarang malah berubah menjadi yang paling cerewet di rumah, semua benda yang ada di rumah dikomentarin dan ditanyain namanya, padahal dia sendiri udah tahu jadi kaya ngetest ayah bundanya.

 

Tapi beberapa hari ini sepertinya riza sedang berimprovisasi dengan ucapan-ucapannya, dia lagi senang men-sengau-kan atau mem-bindeng-kan (duh apa sih namanya) kalimat yang dia ucapkan, jadi bikin lucu aja buat yang mendengarkannya.

 

Dan yang paling lucu kalau dia sedang memanggil bunda, misalnya saat dia minta dibuatkan susu maka ucapan yang keluar dari mulutnya adalah : “mun...mun… bitin tutu otat, miyo mun…” (bun…bun…bikin susu coklat milo bun…), sering bunda dengan sengaja pura-pura nggak mendengar agar riza mengulang permintaannya, soalnya lucu banget dengernya

 

“Mun…Mun….” jadi inget Ceu Mumun… hihihihihihi…..

 


Blog EntryCeu Mumun lepas dari genggaman…May 13, '08 11:11 PM
for everyone

Setelah jurnal aku yang ini, sempat ada harapan besar kalau aku bakalan bisa segera mewujudkan impian untuk bisa meminang ceu mumun namun apa daya ternyata aku masih harus memanjangkan impianku dan masih harus berusaha keras mewujudkannya.

 

Jadi ceritanya secara tiba-tiba kantor mengadakan undian untuk karyawannya untuk bisa memiliki mobil ex-operasional/ex-trial dengan harga yang hanya ½ (setengah) dari harga pasaran dan dengan kredit tanpa bunga, dan salah satu jenis yang ditawarkan adalah Ceu Mumun. Besarnya harapan karena aku mengira inilah mungkin saatnya impian itu jadi kenyataan, pancinganku mengena dan ceu mumun bisa segera hadir di tengah-tengah keluarga dan menambah keceriaan kami.

 

Namun apa daya... saat hasil pengundian tahap pertama diumumkan, namaku nggak tercantum dalam daftar karyawan yang berhak mengikuti pengundian tahap kedua, dengan kata lain aku gagal dan Ceu Mumun pun lepas dari genggaman, rada sedih juga karena acara-acara seperti ini nggak setiap tahun adanya.

 

Sabar aja deh...mungkin mau dikasih yang jauh lebih bagus lagi... Amiinnn.....

 

SEMANGATTTTTT!!!!!!!!......

 


Blog EntryNimbun Keramik…May 12, '08 11:05 PM
for everyone

Saat bikin kanopi kemarin sebenarnya masih ada pekerjaan yang tertinggal, yaitu mengganti keramik teras dan memasang keramik baru untuk carport, pekerjaan ini terpaksa ditunda karena kehabisan dana…hehehe…

 

Dan ditengah-tengah berita akan naiknya harga BBM awal juni mendatang, timbul sedikit kekhawatiran kalau harga keramik akan naik drastis dan sepertinya memang itu yang akan terjadi, nggak ada momentum BBM aja harga bahan bangunan tiap hari naik apalagi kalau BBM naik… bisa lumayan banyak selisihnya.

 

Akhirnya setelah diskusi dengan menteri keuangan, maka diputuskanlah untuk segera membeli keramik, meskipun belum tahu pasti kapan itu akan bisa dipasang yang penting beli aja dulu untuk menghindari kenaikan harga akibat BBM, walau untuk itu terpaksa harus menggunakan anggaran cadangan rumah tangga.

 

hmmm…sesekali jadi penimbun gak pa..pa..kali yah…hehehehehe…..

 


Blog EntryDiprotes dua kurcaci…May 11, '08 10:53 PM
for everyone

Seperti ceritaku kemarin saat ini aku tengah terlibat dalam sebuah project “Mission Impossible”, yang mau nggak mau bikin waktuku harus lebih banyak dihabiskan di kantor, mulai dari setiap hari yang biasanya sebelum maghrib aku sudah tiba di rumah, kini sampe Isya pun kadang aku masih ada di kantor, berkutat dengan segambreng kerjaan yang nggak ada putus-putusnya.

 

Otomatis waktuku untuk bersama dua kurcaci kecilku itu berkurang drastis, karena sekarang aku baru tiba di rumah setelah jam 21.00, ditambah lagi juga wajib masuk di hari sabtu dan ahad, meskipun ada kompensasi yang besar tapi tetap saja ada yang terasa hilang dalam hidupku.

 

Akhirnya gelombang protespun datang dari dua kurcaci, pertama zahra yang selalu bertanya kenapa aku selalu pulang malam setiap hari, juga riza yang sudah mulai bisa protes… meskipun protesnya karena merasa nggak ada lagi yang nemenin dia nonton tivi , onton jojo ikus/iti mos ayah…” (nonton Jojo’s Circus/Mickey Mouse ayah) kata Riza.

 

Untunglah hari ahad kemarin aku bisa libur, dan kebetulan juga rekening sudah terisi maka jadilah seharian itu aku manfaatkan semaksimal mungkin untuk bermain bersama-sama mereka, mulai dari muter-muter cari sarapan di pagi hari, makan siang di salah satu Mall Bekasi (deket rumah ortunya mama haura), muter-muter lagi di sore hari cari jajanan, sampai guling-gulingan di kamar sambil gebuk-gebukan bantal….

 

Duh senang banget bisa seharian penuh nemenin mereka…semoga mereka nggak protes lagi kalo besok-besok ayahnya pulang malam lagi…..hehehehe….

 


Blog Entry[Family] Kalah sama bunda…Apr 16, '08 10:45 PM
for everyone

Sudah beberapa bulan ini kami dipusingkan oleh bocornya bak di kamar mandi, sudah beberapa kali aku mencoba menambalnya baik dengan semen, oker pengisi nat sampai aquaproof-pun dicoba tapi hasilnya nggak ada yang memuaskan, sampai-sampai sempet putus semangat nggak pake bak mandi lagi diganti dengan drum plastik.

 

Tapi hari minggu kemarin selepas subuh aku lihat bunda udah sibuk di kamar mandi, aku pikir dia lagi sibuk merendam baju atau mencuci baju/celana yang kena ompolnya riza tapi ternyata dia sedang sibuk menambal bak kamar mandi dengan menggunakan semen putih.

 

Dan hasilnya…???... LUAR BIASA!!!!!... itu bak langsung nggak bocor-bocor lagi, duh nggak sangka si bunda selain pinter masak juga pinter nyemen....huehehehehe....

 

Duh jadi malu deh kita......

 

 

foto : bak mandi yang udah nggak bocor lagi...

 


Blog Entry[Zahra] Ayah bisa jadi direktur…???...Apr 15, '08 10:45 PM
for everyone

Semalam saat kita melakoni kebiasaan baru (bersantai malam-malam di teras depan) sambil menikmati kolak pisang buatan bunda, aku cerita sama bunda kalau Pak “Y” yang rekan kerja di toyota sekaligus tetangga satu cluster mengajukan resign karena ditawari jadi Direktur di salah satu perusahaan supplier.

 

Salah satu yang mendasari kepindahannya adalah sudah mentoknya jenjang karir di mana beliau tidak akan mungkin bisa promosi jadi Manager karena ijazahnya hanya D3…L meskipun dari segi pengalaman tak akan ada yang meragukan kepiawaiannya.

 

Tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan di sini, melainkan salah pahamnya zahra atas status D3, jadi dipikiran zahra D3 itu adalah apabila sudah punya anak 3!!! (kebetulan Pak Y anaknya 3), mungkin dia salah nguping waktu denger pembicaraan aku dan bunda hihihihi…

 

Jadi pas aku selesai bercerita, tiba-tiba zahra bicara gini, “ayah…berarti ayah bisa dong jadi direktur di toyota, khan anak ayah baru 2 belum 3…kalau begitu ayah sama bunda jangan sampai punya anak lagi…biar ayah bisa jadi direktur”

 

Ammiinnnnnnnnn……… (ayah dan bunda kompak) huehehehehe.....

 

 

foto : zahra dan calon direktur...... J


Blog Entry[Family] Kebiasaan baru…Apr 14, '08 10:38 PM
for everyone

Semenjak ada kanopi di rumah, kita jadi punya kebiasaan baru yaitu duduk-duduk malam-malam di teras depan, padahal dulu biasanya kalo udah maghrib yah kita nggak pernah keluar lagi paling saat aku mengantar jemput zahra mengaji, selebihnya lebih banyak kita habiskan waktu di kamar sambil becanda-becanda atau menyaksikan dua kurcaci “Live Show”

 

Ini gara-garanya tukang yang kemarin mbangun kanopi itu bikin beberapa bangku (baik jengkok maupun bangku panjang) dari sisa-sisa kayu, jadi kalo pas kita nongkrong di depan nggak duduk di teras lagi melainkan di bangku panjang, biasanya sambil duduk-duduk kita juga sambil menikmati beberapa cemilan sambil juga ngeliatin dua kurcaci lari-larian di carport.

 

Rasanya nggak ada yang bisa ngalahin nikmatnya bisa bercengkrama bersama keluarga… mau ikutan nongkrong…???... mumpung ada kolek pisang buatan bunda nih…..:D

 

 

maaf fotonya burem…zahra motonya buru-buru soale mo berangkat ngaji...


Blog EntryMancing Ceu Mumun…Apr 13, '08 10:39 PM
for everyone

Tak terasa 5 tahun sudah kami menempati rumah sendiri, belajar mengarungi kerasnya hidup tanpa didampingi orang tua… sebisa mungkin menghadapi semua persoalan yang timbul dengan kekuatan dan cara kami sendiri.

 

Saat zahra masih kecil, masalah kendaraan tak pernah jadi masalah buat kami…pun hingga saat ini saat zahra sudah besar dan rizapun sudah mulai bikin motor penuh sesak, hanya terkadang kalau harus pergi agak jauh ataupun saat pulang kampung ke priok yang sebulan sekali itu, barulah terasa kalau ternyata kita sudah membutuhkan kendaraan yang lebih layak agar terasa nyaman di perjalanan.

 

Menimbang-nimbang…rasanya masih berat kalau harus membeli mobil saat sekarang, di mana cicilan rumah belum selesai dan beberapa cicilan lain yang selalu menghantui tiap bulannya, tapi Insya Allah kami nggak pernah putus semangat untuk selalu berusaha menggapai impian itu.

 

Salah satunya adalah menyediakan dulu prasarana yang dibutuhkan untuk itu, misalnya lap mobil udah punya, kanebo untuk pas nyuci udah ada bahkan tempat sampah kecilpun udah tersedia…hehehe…tapi ternyata ada satu persyaratan yang belum kami punya, yaitu kanopi untuk menutup carport biar nanti bila penghuninya udah ada nggak kehujanan dan kepanasan.

 

Akhirnya diputuskanlah untuk membuat kanopi tersebut sekaligus sebagai pancingan siapa tahu kalau udah ada kanopi-nya tiba-tiba “makblejug!!!...” isinya datang juga, analoginya diambil secara semena-mena dari pendapat yang bilang kalo yang belum punya anak khan ngangkat anak dulu buat mancing, siapa tahu kejadian khan…hehehehe….

 

Dan siapa tahu juga yang dipancing Ceu Mumun eh…. yang datang malah Jeng Novi… apapun itu akan selalu disyukuri… Alhamdulillah...

 

 

*postingan iseng nggak jelas disaat pusing mikirin biaya bikin kanopi yang jauh diluar perkiraan*

 


Kutipan di atas adalah pendapat pribadiku--boleh setuju boleh juga tidak--, ini setelah kemarin seharian aku menggantikan tugas bunda yang terpaksa harus istirahat karena tiba-tiba sakit.

 

Dari mulai pagi menyiapkan sarapan untuk anak-anak, memandikan, menyuapi riza, membantu zahra menyiapkan perlengkapan sekolahnya yang segambreng itu, beres-beres rumah dari mulai nyapu, ngepel, cuci piring, memikirkan siang dan nanti malam mau masak/makan apa sampai merapikan mainan zahra/riza yang selalu berantakan di mana-mana.

 

Dan aku menyerah!!!!...

 

Yah aku menyerah… nggak kebayang bagaimana kalau setiap hari harus melakoni hal-hal seperti itu, nyaris tanpa jeda sepanjang hari… baru mau merem si riza minta susu, baru mau duduk… riza ngajakin main bola sambil minta disuapin makan, baru mau lurusin badan di kasur…inget zahra minta dijemput dari sekolah…fyuihhh!!!!

 

Dari peristiwa ini aku jadi bisa merasakan bahwa pekerjaan seorang ibu rumah tangga atau Full Time Mommy sungguh merupakan pekerjaan terberat dan sekaligus -–menurutku-- pekerjaan yang paling mulia untuk seorang wanita karena di situ ada banyak hal, pengabdian, pengorbanan, kasih sayang dan cinta untuk tumbuh kembangnya anak-anak tercinta.

 

Cepet sembuh yah bunda… makasih pelajarannya kemarin…

 

foto : zahra dan full time mommy-nya…..

 


Blog Entry[Family] Kenapa nggak bangunin sih…Mar 11, '08 10:12 PM
for everyone

Seperti biasa setiap pagi aku selalu bangun sebelum adzan subuh berkumandang, ritual pagi plus mandi, pake baju seragam kantor yang dodol, sholat subuh baru berangkat kantor.

 

Tapi tadi pagi ada yang beda tiba-tiba aku ingin bawa bekal mie instant, mau bangunin bunda nggak tega karena setiap malam dia itu tidurnya kurang (riza seringkali bangun tengah malam), maka aku putuskan untuk memasak sendiri kebetulan sudah lama banget aku nggak masak mie instant “ala eko” mudah-mudahan masih inget dan sama enaknya kaya dulu.

 

Kelar masak aku buru-buru mandi karena sudah terdengar adzan subuh dari masjid di ujung gang, dan bersamaan dengan itu bundapun bangun… ketika dia melihat sepiring mie yang aku letakkan di meja terlihatlah kekecewaan di wajahnya, bunda bilang gini : “ayah…masak mie sendiri…???... kenapa nggak bangunin sih… harusnya khan pagi ini bunda dapet pahala dari memasakkan bekal sarapan untuk ayah…L nada bicara bunda menandakan dia memang kurang nyaman dengan keadaan ini.

 

Akupun segera menjelaskan ke bunda, bahwa aku nggak tega mau bangunin karena aku lihat dia baru bisa tidur setelah jam 2 malam tadi, justru aku nggak bangunin bunda karena aku sangat mencintai dia, aku ingin bisa menjadi suami yang paling mengerti keadaan dan kondisi istri, seperti halnya dicontohkan dalam salah satu kisah di mana Nabi Muhammad SAW yang pulang kemalaman lalu beliau rela tidur di depan pintu rumahnya karena tidak ingin mengganggu istrinya yang sudah tertidur lelap (CMIIW).

 

Alhamdulillah bunda bisa mengerti penjelasanku, tapi dia juga tetap menginginkan untuk bisa selalu mengurusi semua keperluan dan kebutuhanku…kebahagiaan terbesar dalam hidup apabila bisa selalu berbakti pada suami begitu yang bunda bilang… J

 

Terima kasih istriku….kita memang harus selalu saling mengerti dan saling melengkapi...

 


Blog Entry[Zahra] Pertama kali bisa membaca…Mar 9, '08 11:08 PM
for everyone

Kejadian ini sebenarnya udah lama terjadi… kira-kira 4 tahun yang lalu saat zahra masih sekolah di TK Kecil, saat itu dia mulai belajar membaca jadi baru tahu huruf-huruf dan belum bisa menyambungkan huruf tersebut menjadi kata atau kalimat.

 

Suatu hari aku mengajak zahra ke ATM deket rumah untuk beberapa keperluan, saat sedang antri… zahra kecilku kemudian membaca tulisan di pintu bilik ATM tersebut, A…T…M…B…C…A….  ATM BCA!!!!!!…. zahra pun setengah berteriak bilang gini : “ayah….zahra udah bisa baca sekarang, tuh di pintu itu bacaannya ATM BCA kan…???” kulihat kegembiraan yang sangat di wajah zahra.

 

Akupun setengah mati menahan tawaku…takut membuat zahra kecewa, jadi hanya senyum-senyum sendiri ajah…..Alhamdulillah dari peristiwa itu kini kecepatan membaca zahra sudah setara dengan ayahnya…huehehehehehehe……

 


Blog EntryKondisi terakhir Zahra & Riza…Feb 21, '08 12:13 AM
for everyone

Semenjak kepulangan kedua malaikat kecilku itu dari Rumah Sakit Islam Sukapura Jakarta Utara, seiring berjalannya waktu Alhamdulillah kondisi keduanya semakin membaik, zahra juga sudah kembali sekolah dengan normal meskipun diawal-awal dia rada kebingungan dan kesulitan mengejar ketertinggalan materi sekolah akibat terpaksa nggak masuk sekolah selama 10 hari.

 

Perubahan mereka yang paling mencolok adalah nafsu makan mereka yang gila-gilaan, sampai-sampai terkadang bunda kewalahan karena harus menyediakan makanan yang lebih banyak dari biasanya, padahal waktu kemarin sakit… sampai mau nangis rasanya maksain mereka untuk makan, apalagi riza selain makan… minum susunya pun jadi semakin banyak… hingga bikin kantong ayahnya nyaris jebol…nggak apa deh demi anak tercinta J

 

Alhamdulillah… akhirnya kami bisa melewati ujian dan cobaan Allah ini, semoga akan ada hikmah yang baik selepas ini semua…Amiinnn…..


Blog EntryAsal muasal RSIA HERMINA (versi zahra)Jan 28, '08 10:16 PM
for everyone

Ini cerita lama yang belum sempat diupload karena keburu zahra & riza masuk RS lagi…

 

Minggu lalu dari tanggal 07 ~ 09 January 2008 anak kami Riza di rawat di RSIA Hermina Bekasi karena terserang ISPA, meskipun hanya 3 hari dirawat, tapi sungguh menjadi hari-hari yang panjang buat kami sekeluarga, hari-hari yang amat menyita perhatian, menguras stamina serta fikiran.

 

Namun di sela-sela kegalauan hati kami itu zahra selalu tampil sebagai penawar duka, salah satunya adalah celotehnya tentang asal muasal nama “Hermina”, jadi menurut zahra asal kata “Hermina” adalah : (ditulis ulang sebisa mungkin mirip celotehan anak kelas 2 SD)

 

Dulu itu ada anak perempuan namanya Mina, dia itu sekolahnya malas sering bolos, jarang ngerjain PR, suka berantem sama teman dan lain-lain, jadi pas ujian nilainya jelek semua dan si mina harus HER buat mbagusin nilainya…. Pas sampai rumah ditanya sama bapaknya…”mina gimana hasil ulangan kamu…???...” trus sambil gemeteran si mina kasih nilai ulangan ke bapaknya…. Dan sambil berteriak bapaknya bilang gini, “APA!!!! Jadi kamu kena HER MINA!!!!!!” akhirnya sejak saat itu si mina jadi rajin belajar dan pas gede bisa bikin rumah sakit dan untuk mengingat peristiwa itu jadi rumah sakitnya dikasih nama RS HERMINA.......

 

Saat mendengar cerita ngarang zahra itu.... asli hati kami jadi terhibur... makasih yah zahra udah bikin ayah sama bunda tersenyum di tengah kegalauan, keletihan dan kebingungan menghadapi sakitnya dede riza.......


Blog EntryEpisode Rumah Sakit (Part 2 - Riza menyusul)…Jan 27, '08 9:33 PM
for everyone

Sambungan dari sini

Malam sabtu zahra mulai menginap di RS, aku dan adik iparku yang menjaga dia sementara bunda pulang untuk menemani riza, sekitar jam 3 pagi aku terima telpon bunda yang mengabarkan riza kembali panas tinggi bahkan suhunya sampai hampir 40o C, duh.. pikiranku jadi makin kalut.

 

Sabtu (19 Jan 2008) paginya aku langsung pulang ke rumah untuk kemudian membawa riza ke RS, setelah di test darah hasilnya lebih baik dari zahra hanya saja karena sesak napas dan panas tingginya itu maka kami memutuskan riza untuk dirawat saja agar perhatian kami (terutama bunda) nggak terpecah antara zahra dan riza, jadilah pagi itu zahra dan riza sama-sama di rawat di RS Islam Sukapura Jakarta Utara, di kamar yang sama…bersebelahan…

 

Dan dimulailah hari-hari yang amat melelahkan kami dengan dua anak yang tergeletak di bed perawatan dengan infusan yang tertancap pada tangan mereka… sungguh membuat hati kami miris dan tak jarang ada butiran-butiran bening yang meluncur di wajah kami karena nggak tega menyaksikan penderitaan mereka, ditambah lagi selama 3 hari perawatan tidak ada perkembangan yang menggembirakan sama sekali bahkan kondisi keduanya makin mengkhawatirkan hingga akhirnya dokter memutuskan untuk mengganti obat-obatan yang diberikan dengan yang lebih canggih lagi, istilahnya dokter ini penyakitnya Bintang 5 nggak bisa dikasih obat Kaki 5” kamipun segera meminta dokter untuk segera mengganti obat-obatan yang diberikan.

 

Setelah ganti obat barulah terjadi perkembangan yang menggembirakan, hari selasa zahra sudah bisa “pup” yang kemudian diikuti dengan suhu tubuhnya yang menjadi stabil, hingga pas hari rabunya dokter membolehkan zahra pulang namun karena melihat kondisi riza maka dokter memperbolehkan zahra untuk istirahat satu hari lagi agar bisa pulang bareng riza di hari kamisnya.

 

Kamis  (24 Jan 2008) pagi kami yakin banget kalo hari ini bisa pulang dari RS, kondisi zahra makin membaik dan riza juga stabil suhu tubuhnya, dan memang saat dokter datang dan memeriksa kondisi keduanya memutuskan zahra & riza bisa pulang, Alhamdulillah... akupun segera meminta surat istirahat untuk sekolah zahra, surat control dan lain-lain, sekelar itu akupun bersiap pergi ke bagian administrasi untuk menyelesaikan segala urusan agar kedua anakku bisa pulang.

 

Tapi saat aku kembali ke kamar untuk mengambil sandal, tiba-tiba bunda terlihat panik dia memegang kening riza yang katanya tiba-tiba panas lagi dan saat dicek suhunya kamipun lemas kembali, suhu riza kembali tinggi hingga batallah kepulangan kami bahkan kali ini riza harus dipasangkan oksigen untuk membantu pernapasannya yang sesak, kamipun meminta izin untuk tetap menginapkan zahra semalam lagi karena takut kalo dipulangkan tak ada yang bisa mengawasinya di rumah, para perawatpun mengizinkan dengan syarat besok meskipun riza belum boleh pulang zahra harus tetap dipulangkan karena khawatir tertular penyakit lainnya.

 

Jum’at (25 Jan 2008) kondisi riza sejak semalam semakin membaik selang oksigennya sudah dilepas karena sejak semalam napasnya sudah normal, suhunya stabil di kisaran 36o C, dan saat dokter memeriksa paginya, akan dilihat sampai sore jika suhunya tetap stabil maka riza diperbolehkan pulang, dan Alhamdulillah sampai sore itu kondisi riza semakin membaik hingga kami memutuskan untuk membawanya pulang meskipun masih diliputi perasaan was-was, tapi Bismillah saja semoga kamis kemarin itu adalah serangan terakhir dari penyakit riza.

 

Maka pulanglah kami di hari jum’at sore itu dan minggu paginya kembali ke rumah di bekasi dan Alhamdulillah sampai aku menulis ini (senin 28 Jan 2008) kondisi riza sudah semakin membaik, zahra hari ini sudah mulai sekolah lagi meskipun dengan pengawasan ketat gurunya agar tidak terlalu capek dulu.

 

Alhamdulillah… semoga zahra & riza akan kembali pulih seperti sedia kala dan semoga akan ada hikmah yang baik buat kami selepas ujian dan cobaan ini…

 

Terima kasih pula kepada semua rekan-rekan (yang maaf tak bisa kami sebutkan satu-persatu) yang telah mendukung kami secara moral, doa-doa yang telah terpanjatkan sungguh amat berharga buat kami, sungguh telah menguatkan kami hingga bisa melewati ujian & cobaan ini, hanya Allah-lah yang bisa membalaskan kebaikan kalian semua… terima kasih sekali lagi….

 


Blog EntryEpisode Rumah Sakit (Part 1 - Zahra dirawat)….Jan 27, '08 8:42 PM
for everyone

Kami sama sekali nggak pernah menduga jika di awal tahun 2008 ini kami akan mengalami ujian dan cobaan yang cukup berat dan melelahkan, kedua anak kami zahra & riza harus menjalani rawat inap di rumah sakit secara bersamaan.

 

Awal dari episode rumah sakit ini adalah saat riza harus masuk RSIA Hermina karena mengalami panas tinggi dan susah bernapas yang ternyata karena dia terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), tiga hari riza harus dirawat dari tanggal 7 ~ 9 January 2008, setelah dinyatakan sembuh maka riza bisa pulang hari rabu sore (09 Jan 2008) dengan wajib kontrol pada hari sabtunya (12 Jan 2008).

 

Sesuai jadwal tersebut maka sabtu sore kamipun kembali ke RS untuk kontrol dokter, dan sampai pulang nggak ada permasalahan hanya saja saat mengambil obat kami harus menunggu cukup lama, minggu paginya kami dikejutkan dengan kembali panasnya riza dan karena ada obat-obatan dari dokter maka kami nggak membawanya ke RS, dan memang kemudian panasnya rada sedikit mereda.

 

Selasa (15 Jan 2008), panas riza sudah menurun dan kamipun sedikit merasa lega, tapi malamnya tiba-tiba justru zahra yang mengalami panas tinggi, pertolongan dengan meminumkan obat andalannya tidak begitu berpengaruh hingga akhirnya rabu sore kami bawa zahra ke dokter di dekat rumah dan dinyatakan hanya terkena flu berat, biasanya kalo sudah dibawa ke dokter panas zahra akan segera membaik tapi kali ini semakin malam justru semakin meninggi hanya turun saat habis diminumkan obat dan kami makin dipusingkan lagi dengan riza yang jadi ikut-ikutan panas juga.

 

Akhirnya kamis pagi kami memutuskan untuk evakuasi ke priok, agar kalaupun ada yang harus dirawat sudah banyak yang bisa membantu kami dan dengan pertimbangan lebih dekat orang tua jadi ada yang bisa dimintakan pendapatnya, sampai sore kondisi zahra sedikit membaik hanya saja pas malamnya aku merasa panas zahra sudah sangat tinggi, hingga aku memutuskan sepulang kantor nanti aku akan mencoba membawanya ke RS untuk di test darahnya karena kebetulan sudah pas 3 hari panasnya tidak mau turun.

 

Jum’at (18 Jan 2009) sore kami sudah berada di ruang IGD RS Islam Sukapura untuk memeriksakan zahra dan hasilnya dinyatakan positif Typhus ditambah dengan dugaan Demam Berdarah, mau nggak mau malam itu juga zahra harus dirawat inap, sementara di rumah riza terus menangis karena ditinggal bundanya, jadi malam itu aku menunggu zahra di RS ditemani oleh salah satu adik iparku sementara bunda pulang ke rumah untuk menenangkan riza yang memang belum bisa ditinggal lama sama bundanya….

 

*bersambung ke SINI*


Blog EntryTolong Doakan kami…..Jan 17, '08 11:37 PM
for everyone

Semenjak dihinggapi rasa malas untuk menulis jurnal di MP, maka banyak sekali peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kami yang tidak terupdate, salah satunya adalah di rawatnya riza selama 3 hari (7 ~ 9 january 2008) di RSIA Hermina karena mengalami demam tinggi yang ternyata karena riza terkena gejala ISPA.

 

Saat kepulangan riza… 3 hari di rumah kondisinya terus membaik hingga tibalah jadwal kontrol setelah rawat inap di hari sabtu 12 January 2008, tapi apa yang terjadi… minggu paginya riza tiba-tiba kembali mengalami panas tinggi, dan karena kita baru saja kontrol maka kami hanya memberinya obat-obatan yang didapat dari pemeriksaan kontrol tersebut, syukurlah panasnya berangsur turun meski sesekali naik dan turun.

 

Di saat kami masih kebingungan oleh kondisi riza yang belum stabil itu, tiba-tiba kami dikejutkan lagi dengan sakitnya zahra… gejalanya seperti yang dialami adiknya, mungkin dia tertular dari riza, paniklah kami… dengan satu anak yang sakit aja sudah sangat membingungkan apalagi sekarang semuanya sakit.

 

Akhirnya kamis pagi kami memutuskan untuk evakuasi dulu ke priok agar bunda ada yang menemani menjaga zahra & riza…sambil mengevaluasi keadaan zahra yang telah mendapatkan obat-obatan dokter, rencananya kalo sampai jum’at sore ini panasnya tidak mau turun juga kemungkinan zahra juga akan merasakan kamar perawatan RS.

 

Saat aku menulis ini keadaan riza sudah membaik, badannya sudah adem nggak panas lagi hanya tinggal rewelnya saja karena mungkin pengaruh sisa-sisa penyakitnya, tinggal zahra yang memang panasnya turun sedikit tapi dikhawatirkan akan naik lagi…

 

Untuk itu aku mohon keikhlasan teman-teman sekalian untuk mendoakan kami, untuk kesembuhan kedua permata hati kami ini, dan juga untuk kekuatan kami menjalani cobaan yang terasa teramat berat kami rasakan.

 

Tolong doakan kami yah…….


Blog Entry[Family] Bapak mertuaku…Dec 13, '07 10:31 PM
for everyone

Kali ini aku ingin bercerita sedikit tentang bapak mertuaku, bukan dengan maksud apa-apa apalagi pamer atau riya,melainkan siapa tahu ada pelajaran yang bisa kita ambil dari seorang lelaki asal Bugis Sulawesi Selatan ini.

 

Beliau bernama Anas biasa dipanggil orang Haji Anas atau bapak aji oleh para cucu-cucunya, perawakannya tidak begitu besar tapi dari wajahnya kita bisa tahu bahwa beliau telah melewati perjalanan hidup yang begitu keras sejak masa mudanya, beliau merantau ke Jakarta dan setibanya di Jakarta cobaan besar langsung menyapanya, tas berisi pakaian dan bekal yang dia bawa dari Makassar hilang dibawa bajingan Tg. Priok hingga yang tersisa hanya yang melekat di badan.

 

Untuk menyambung hidupnya dia bekerja sebagai kuli angkut kayu di Pelabuhan Sunda Kelapa, daerah yang memang banyak sekali saudara-saudaranya sesama bugis mencari nafkah, karena ketekunannya kemudian dia bisa memiliki sebuah kapal pencari ikan dan mulai beralih profesi sebagai nelayan, singkat cerita sukseslah dia hingga pada suatu saat dia sampai pernah memiliki 22 kapal besar pencari ikan.

 

Namun ternyata banyak saudara-saudaranya yang tidak memiliki daya juang sebesar beliau, banyak yang berbuat curang dengan menipu beliau hingga satu persatu kapalnya harus berkurang, baik karena dilaporkan tenggelam padahal dijual sama yang bawa, ada yang bilang dirampok, terbakar di tengah laut dan sebagainya hingga akhirnya hanya tersisa 2 kapal saja, dan dia sama sekali nggak pernah marah sama orang-orang yang sudah menipunya bahkan banyak diantara mereka yang kembali ditampungnya saat mereka sudah kehabisan harta hasil dari menipunya itu.

 

Kini sedikit demi sedikit dia mulai membangun kembali usahanya, dibantu oleh anak-anaknya yang mulai tumbuh dewasa, meskipun saat menuju ke sana masih banyak cobaan-cobaan yang ditimbulkan dari keculasan orang-orang di sekitarnya namun dia selalu tersenyum menghadapi itu semua.

 

Kebaikan beliau kadang diluar nalar anak-anaknya, kadang sampai nggak bisa dicerna oleh akal pikiran yang sehat, bayangkan saja saat Tg. Priok sedang kekeringan air akibat PAM mati total, dengan gampangnya dia membagi-bagikan air simpanan di bak besarnya pada semua tetangga yang lewat dan semua tetangga dipanggil, bahkan sampai untuk keluarga sendiri saja kehabisan dan kesusahan tetap saja dia tersenyum sementara anak-anaknya pada teriak nggak bisa mandi.

 

Suatu saat pas kita lagi ngobrol pernah ditanyakan kenapa beliau sampai sebegitu baiknya sama orang, sampai kadang dikerjain/ditipu orang yang masih saudara sendiri tapi nggak pernah marah, orang berhutang nggak bayar-bayar juga nggak marah malah lebih sering mbantuin saudaranya melunasi hutang, jawaban beliau amat sederhana : “yah karena beginilah bapak… mungkin Allah menjadikan bapak sebagai penyalur rezeki buat orang-orang itu, perkara dia mau nipu atau ngerjain bapak itu urusan dia sama yang di atas, yang penting tugas saya selesai, buktinya biar sering dikerjain atau ditipu saudara, apa pernah kita kekurangan makan, sesusah apapun kita tetap bisa makan enak, tapi lihat yang ngerjain bapak….apa pernah hidup mereka senang... yang ada mereka malah tambah susah…”

 

Begitulah bapak mertuaku, kalau pas dia sedang banyak rezeki banyak pula saudara yang ikut menikmatinya… tapi kalau dia sedang jatuh banyak pula yang menjauhinya, tapi dia tak pernah merasa susah dengan keadaannya, ikhlas menjalani hidupnya, ikhlas menjalani takdirnya, semoga Allah menganugrahkan kebahagiaan baik di dunia ini maupun di sisi-MU kelak…Ammiinn…..

 

Bapak… I Proud of you…


Pages:12345
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.