*Ini tulisan seri bersambung (harian) yang mengisahkan perjalananku ke Palembang yang akan diakhiri dengan hasil jepretan kameraku selama di sana, semoga nggak bosan bacanya*
Sabtu ~ Minggu (24 ~ 25 Maret 2007) aku dan 2 temanku merealisasikan rencana kami untuk jalan-jalan iseng sehari doang ke Palembang, karena kebetulan hari sabtu kemarin merupakan hari kerja biasa di kantorku (pengganti hari libur) maka kamipun terpaksa ijin setengah hari untuk mengejar pesawat ke bandara…
Kami tiba di Palembang sekitar jam 17.25 setelah perjalanan yang nyaman, aman dan singkat bersama Indonesia Airasia PK-AWP QZ-7414, cuaca cerah hingga pesawat bisa ngebut dan hanya dalam waktu 40 menit kami sudah tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, sebuah bandara baru yang cukup mewah dilengkapi dengan akses internet gratis meskipun hanya ada satu laptop di boarding room-nya…..
Tujuan pertama kita sore itu adalah Masjid Agung untuk menunaikan Sholat Maghrib berjamaah bersama warga kota Palembang, sebuah Masjid besar dan Indah yang terletak di tengah bundaran dekat Jembatan Ampera dengan tempat mengambil air Wudhu yang unik berbentuk kolam air mancur yang besar dan dipinggirnya terdapat kran-kran untuk wudhu….tadinya sempet ragu untuk wudhu disitu…tapi disetiap kran ada tulisan: “Kran ini Air dari PDAM suci untuk wudhu”…Alhamdulillah kami bisa mencicipi wudhu yang unik itu……
Kelar Maghrib barulah perjuangan dimulai -mencari penginapan- di tengah kota yang konon rawan dan bertemu tatapan-tatapan mata yang rada kurang bersahabat (perasaan aku aja kali yah)…..akhirnya setelah 3 kali keluar masuk hotel Alhamdulillah kami dapat hotel yang bersih, nyaman dan aman –Hotel Limas- di Jalan Letkol Iskandar deket IP dan Pasaraya JM…..
Hari minggunya pagi-pagi kita udah jalan ke Jembatan penuh historis……Jembatan Ampera yang melintang gagah di atas sungai musi yang sayang sekarang rada kotor dan banyak sampahnya, gimana nggak banyak sampah wong pagi itu aku ketemu sama seorang petugas dinas kebersihan yang menyapu jalan dan dengan seenaknya membuang sampah yang sudah disapunya itu ke sungai…….sungguh sangat mengganggu hatiku.
Usai menyeberangi Sungai Musi, kami istirahat di area publik di depan Benteng Kuto Besak sambil iseng beli jajanan yang banyak dijual di situ…sambil foto-foto dikit, lanjut jalan lagi mengunjungi Pasar 16 Ilir…ketemu penjual Duku ASLI Palembang gede-gede dan jarang bijinya, manis dan murah pula..!!!.... bayangin sekilo cuma Rp. 3000, kalap aku pun membeli 10 kg yang timbangannya akurat pula…..belom nyobainnya ada kali ½ kilo sendiri……xixixixixi……
Balik hotel dulu untuk naruh duku…perjalanan lanjut ke Pasar Cinde untuk cari kerupuk, ketemu tempat jualan yang pelayannya lumayan manis dan ramah, akhirnya kalap belanja edisi keduapun dimulai, aku sendiri membeli 3 kg kerupuk yang setelah dikantongin besarnya lebih besar dari dua kantong semen ditambah empek-empek yang lumayan enak, bener-bener kalap belanja……
Abis belanja kerupuk kami pun istirahat di hotel menunggu waktu check-out, eh tiba-tiba aku dikunjungi oleh salah satu Mpers-nya Palembang yaitu Sofianti, dibawain oleh-oleh dua kotak mpek-mpek home made pula….waaaaa….jadi tambah banyak nih…. Sayang nggak jadi ketemuan sama Mas Cepy karena beliau masih harus menjalani perawatan pasca kecelakaan yang dialami beliau…hanya sempat ngobrol singkat via telepon saat Sofi datang, mudah-mudahan cepat sembuh yah Mas Cepy……
Kelar ketemuan singkat tapi berkesan itu kita check-out dan berangkat ke Bandara untuk segera kembali ke Jakarta....tapi saat kita dalam perjalanan menuju Bandara tiba-tiba hujan deras dan angin kencang melanda Palembang sampe bikin kita rada nervous untuk terbang…… Selamat Tinggal Palembang………
*bersambung ke Palembang #2 “Dapet kejutan saat hampir pulang”…*