Om's posts with tag: nostalgia
|  | *seri terakhir cerita liburan*
Jum’at 19 Oktober 2007
Pagi itu aku berencana untuk memulangkan “Si Merah” ke Bekasi setelah dia menemaniku selama pulang kampung kali ini, bosan dengan rute biasanya akupun ingin mencoba rute yang sama sekali baru, dan aku teringat bahwa 21 tahun yang lalu aku pernah bersepeda Priok ~ Bekasi lewat Marunda dalam rangka acara Persami Pramuka dan menginap di sebuah SD di desa Segara Jaya Bekasi.
Terkenang dengan semua itu makanya aku putuskan untuk mencoba menapaki kembali jalan-jalan yang pernah dilalui 21 tahun yang lalu, saat diriku masih lucu-lucunya masih 14 tahun…hehehehe…
Tepat jam 05.30 aku memulai perjalanan bersejarah ini, melewati kawasan Marunda yang ternyata sudah berubah banyak yang dulunya jalan-jalan masih tanah merah dan berdebu kini sudah jalan cor semua, amat susah buatku menemukan jalan yang masih seperti dulu, untunglah ketika memasuki kawasan perbatasan dengan bekasi aku menemukan jalanan tanah merah di pinggir sawah yang meskipun begitu “bumpy” tapi amat meyenangkan.
Setelah menggowes selama 1 jam nonstop sampailah di tempat bersejarah buatku… sebuah gedung SD yang terlihat masih seperti dulu, saat aku duduk di terasnya begitu banyak kepingan-kepingan sejarah yang melintas di kepalaku, saat-saat yang sangat menyenangkan….sungguh sangat menyenangkan.
Setelah puas dengan ingatan-ingatan sejarah, akupun melanjutkan perjalanan menuju rumah dengan mengambil jalur pinggir sawah hingga tembus di daerah Pondok Ungu Bekasi, hawa pagi di sawah yang masih segar begitu melegakan dada hingga perjalanan sejauh 35 km inipun sama sekali tak terasa melelahkan.
Berikut cuplikan foto dari perjalananku kali ini… biarlah foto yang berbicara lebih banyak lagi….. *kapan yah balik sana lagih*
|
Gara-gara kemarin siang secara nggak sengaja ketemu salah satu mantanku saat sedang hunting sesuatu di ITC Cempaka Mas, aku jadi iseng menghitung ada berapa banyak sih wanita yang pernah singgah di hatiku *ciieee*…… ternyata cuma ada 4 pemirsa….. L dikit yah…???...emang, tapi gak pa-pa itu justru menunjukkan kalau aku bukan termasuk golongan buaya darat…. Hehehehe…….. Ini sekilas tentang mereka : 1. Mantan pertama adalah teman SMP-ku, tapi baru jadian setelah kita terpisah di sekolah masing-masing, aku di STM dan dia SMEA, berdarah Padang dan Batak, dengan watak yang keras dan tak mau mengalah, kita bersama cukup lama hingga tingkat satu kuliah, banyak hal yang menjadikan kita nggak bisa bersama dan akhirnya kita pisah secara baik-baik, malahan hubungan kita berdua menjadi semakin baik pasca perpisahan itu. 2. Yang kedua, ini adalah episode haru biru… actually dia nggak pernah jadian sama aku, tapi kisah perburuannya selama hampir 1,5 tahun begitu menguras energiku, aku banyak membuang waktuku dengan percuma hanya untuk mengejar angan-angan kosong. 3. Wanita ketiga ini hanya sekilas info hadir di hatiku…mungkin hanya pelarian karena peristiwa di atas… daripada saling menyakiti…kitapun pisah secara baik-baik (just only 3 weeks). 4. Dan akhirnya Allah menjawab doa-doaku…di kala aku hampir putus asa DIA mengirimkan salah satu bidadari terbaik-NYA untuk mendampingiku, seorang wanita cantik yang tiba-tiba saja hadir mengisi relung hatiku, bersamanya aku menemukan arti sesungguhnya dari cinta, persahabatan, kasih sayang dan perjuangan, sampai detik ini aku tidak pernah menganggapnya mantan……dia tetaplah kekasih hatiku, karena setiap hari kami selalu memperkuat ikatan hati kami….Terima kasih Ya Allah atas perkenan-MU yang besar ini…… Dari semua peristiwa yang aku alami itu, aku menarik kesimpulan bahwa apabila Allah akan memberi kita kebahagiaan, maka DIA akan memberi kita cobaan dan kepahitan, semakin berat cobaan itu, semakin pahit yang harus dijalani maka apabila kita menjalaninya dengan ikhlas… Insya Allah…DIA akan menggantikan itu semua dengan kebahagiaan yang tak terkira banyaknya…….Subhanallah………….. Pertanyaannya : sama mantan yang mana aku ketemu…???..... hehehehe….. foto : keluarga tercintakuw…
Kisah ini terjadi saat aku duduk di kelas 2 SMT Grafika Negeri Jakarta, seperti biasa apabila hari libur datang maka kami mempersiapkan diri untuk traveling ala anak STM alias lebih sengsara dibanding backpakers dan tujuan kali ini adalah pengen ngubek-ngubek kota bandung…..
Karena modal nekat dan cekak maka pilihan favorit untuk pergi ke bandung adalah dengan menumpang truk sayur mayur dari Pasar Induk Kramat Jati, setelah berkeliling dari satu truk ke truk yang sedang parkir akhirnya kita mendapatkan truk yang mau kami tumpangi hanya saja kata sopirnya truk itu tujuan akhirnya di Jogya hanya saja kebetulan mau lewat bandung dulu….it’s ok kita semua akan turun di bandung.
Kita berangkat tepat jam 10 malam, di bak belakang kita bernyanyi-nyanyi main gitar, dan entah siapa yang duluan tiba-tiba kita sudah tertidur semuanya pules banget lagi tidurnya mungkin karena siangnya kita udah pada kecapean kali yah……
Kita baru terbangun saat kita merasakan truk tersebut diam alias berhenti dan juga sayup-sayup kita mendengar adzan subuh di kejauhan, kagetlah kita semua, ketika kita turun dari truk ketemu si keneknya dan dia dengan herannya bertanya “lho kok kalian masih ada……katanya mau ke bandung….kenapa tadi waktu kita berhenti di sana nggak pada turun ???......kami kira kalian udah pada turun tadi” lalu kita pun bertanya : “lho memangnya kita sekarang ada di mana pak ???...” dan di jawabnya bahwa ternyata truk tersebut sudah sampai di sekitar Cilacap….
Akhirnya setelah berembuk rame-rame dan juga atas saran sang sopir beserta keneknya maka kita putuskan untuk ikut saja sampai Jogya, bahkan kami ditawarkan untuk kembali ikut ke Jakarta bersama mereka…. dan itulah kali pertama aku menginjakkan kakiku di Jogyakarta…..
*to bapak sopir dan bapak kenek, terima kasih yah kalian baik sekali……*
Cerita ini terjadi 16 tahun lalu, hari itu aku berulang tahun yang ke-18 dan sama sekali nggak nyangka bahwa hari itu aku akan mengalami sebuah peristiwa yang nggak ngenakin banget “ditangkep polisi!!!”……
Seperti biasa pagi itu aku berangkat sekolah ke sebuah STM di bilangan Kemayoran Jakarta Pusat, dari stasiun Priok naik bus no. 60 jurusan Priok ~ Senen via Ancol dan turun di perempatan Pasar Baru, saat itu di Jakarta sedang marak-maraknya tawuran pelajar yang biasanya terjadi antara STM melawan SMA.
Nah...pagi itu saat bus yang kami tumpangi tiba di perempatan hotel golden jalan angkasa ternyata sudah ditunggu segerombolan anak dari sebuah SMA yang memang menjadi musuh bebuyutan sekolahku, maka tak ampun lagi beberapa batu langsung menghajar kaca-kaca bus kami, tak mau terjadi hal-hal yang membahayakan penumpang lain dan juga gengsi sama anak-anak SMTK yang cantik-cantik itu, kamipun segera turun dari bus menyambut tantangan tersebut, dan pecahlah pertempuran besar pagi itu…..
Ketika sedang seru-serunya sambit sana sini…tiba-tiba dua kijang polisi mengapit kami dari dua sisi yang berlawanan, dan sekitar 10 polisi berhamburan sambil menembakkan pistolnya ke udara untuk membubarkan kami, otomatis kamipun berlarian menyelamatkan diri…tapi hari itu mungkin jadi hari apes kami, hampir semua dari kami tertangkap dan dengan pasrahnya digelandang ke kantor polisi.
Akhirnya kami dikumpulkan di tengah lapangan, disuruh buka baju, dan penyiksaanpun dimulai dengan push-up, scotch jump, jalan jongkok keliling lapangan, dan tidur terlentang di lantai semen yang panas banget secara saat itu jam 11 siang…., kami baru dibebaskan setelah kepala sekolah dan beberapa guru kami datang untuk menjemput kami, tapi penderitaan kami ternyata belum berakhir, pihak sekolah memanggil orang tua kami masing-masing, sebelum orang tua datang kami tidak diperkenankan untuk sekolah.
Marah besarlah kedua orang tuaku demi mengetahui anaknya yang alim ini ternyata liar juga, meski aku sudah berusaha menjelaskan pada mereka bahwa aku hanya membela diri yang diserang duluan tetap aja mereka kecewa sama aku……
Ayah…Mama….maafkan aku yah……..
*ulang tahun yang aneh…*
foto dari tempointeraktif
Ini kisah yang menjadi gegeran di sekolahku, dan pelakunya adalah aku dengan seorang gadis manis adik kelasku namanya P**AR**A (sorry sensored).
Kisah ini berawal dari diadakannya Long March Jakarta ~ Bekasi via Marunda oleh Pramuka di SMP-ku, aku yang saat itu sudah termasuk seniornya tentu aja dibuat sibuk dengan perhelatan ini, karena pesertanya juga melibatkan para anak-anak kelas satu yang baru masuk jadi anggota dan salah satunya yah si P**AR**A itu….
Ketika hari pelaksanaan awalnya semua berjalan lancar, semua peserta berjalan berkelompok dengan didampingi oleh dua orang seniornya termasuk aku yang kebetulan mendampingi kelompok si P**AR**A, singkat cerita entah gimana caranya tiba-tiba kelompok itu terpecah-pecah dan aku harus menjaga dua orang anak gadis orang di daerah tak bertuan yang sangat asing bagiku (di tengah-tengah sawah gitu) mana tuh anak berdua cakep-cakep lagi, kalo ada begal khan bisa berabe gue……….
Akhirnya kami bertiga meneruskan perjalanan dengan berharap ada bala bantuan datang, nggak lama temenku yang memang bertugas sebagai sie keamanan datang dengan motornya…Alhamdulillah…..satu dari dua cewek manis itupun diangkutnya untuk kembali berkumpul dengan kelompoknya, tinggallah aku berdua dengan si P**AR**A yang harus kembali berjalan sambil menunggu temenku itu balik lagi untuk menjemputnya dan sialnya (atau untungnya yah???...) dia nggak balik-balik lagi……..
Nah……akhirnya kamipun berjalan berdua ditengah kegelapan malam sambil ngobrol ngalor ngidul di tengah sawah kering yang hanya di sinari rembulan purnama dengan sesekali dia secara refleks memegang erat tanganku karena kaget ada tikus lewat atau pas melintasi tempat yang rada nyeremin, tapi kok dia sering banget yah megang-megang tanganku…apa ada alasan lain dibalik itu hanya dia yang tahu…..xixixixixi….*Geer Mode ON*
Asli sampe garis finish kami berjalan berdua dan kalimat terakhirnya yang masih aku ingat adalah “makasih yah kak….udah nemenin aku, jangan bosen yah ngobrol sama aku…”…gillee apa…??? ngobrol sama cewek manis kaya kamu mah kagak bakalan bosen donk neng……. hehehehe…….hatiku riang gembira saat itu…..
Dan sodara-sodara, hari seninnya aku dan si P**AR**A harus menghadapi Sidang Kehormatan Pramuka karena dianggap melanggar salah satu dari 10 DASA DHARMA PRAMUKA!!!.....untungnya aku bisa mematahkan segala tuduhan yang memberatkan kami berdua, hingga kami bisa bebas tanpa sanksi apapun juga tapi selama sebulan kita berdua jadi bahan ledekan di sekolah….aku pribadi sih cuek aja karena aku yakin yang ngeledekin aku itu karena pada sirik aja…….
*to P**AR**A……..malam itu indah banget yah…….*
Ini cerita tentang salah seorang sahabatku waktu di SMP dulu namanya David, dia terkenal pelitnya minta ampun gak pernah namanya dia mau berbagi sama temen kalo punya makanan, tapi paling seneng kalo ngambilin makanan orang lain, gue sih karena merasa sohib deket kalo dia punya makanan langsung comot aja nggak pake ngomong-ngomong dulu, meskipun matanya langsung mendelik protes saat gue comot makanannya
Tapi akhirnya dia nggak berani lagi pelit sama aku, mau tahu kenapa…???....begini ceritanya (cerita misteri mode on): suatu hari si david terlihat membeli sepiring somay saat istirahat sekolah, sepertinya dia memang sudah punya niat untuk ngeledekin aku yang saat itu sedang duduk juga di kantin dengan segelas es kelapa muda yang hampir habis, dengan langkah yang digaya-gayain dia pun mendekat ke arahkku……..
Sesampainya di depanku dengan santainya tiba-tiba dia sedikit meludahi somay yang dia bawa dan setelah itu menawarkannya ke aku dengan senyum penuh kemenangan karena dia merasa kali ini aku gak bakalan bisa nyomot makanannya itu, namun entah dapet bisikan setan darimana tiba-tiba saat si piring somay tepat di depan wajahku, refleks…. akupun sedikit meludahinya……. dan ini yang bikin dia marah besar karena mau nggak mau dia juga nggak bisa makan tuh somay……huahahahahahahaha………
Endingnya dia ngejar-ngejar aku, dan akupun terpaksa harus mengeluarkan ilmu “Saiti Angin”-nya Brama Kumbara (saat itu lagi ngetop) untuk bisa lolos dari kejarannya……
to david : “Thanks Bro……temenan ama elo emang serru ……”
Saat kemarin main ke Mega Bekasi untuk sekalian belanja di Giant, tiba-tiba pandanganku tertarik dengan ulah seorang anak kecil berumur + 7 tahun yang naik turun di escalator berulang-ulang…..
Ehmmm….ingatanku langsung melayang ke 26 tahun silam, saat itu aku seusianya dan saat itupun aku sedang norak-noraknya sama escalator, saking pengennya aku bela-belain naik sepeda dari Tg. Priok ke Proyek Senen yang saat itu adalah pusat perbelanjaan termegah di Jakarta, untuk anak seumur 7 tahun bersepeda sedemikian jauh amatlah besar resikonya, kalo diculik gimana???........*geer…mana ada yang mau nyulik anak item dan pesek kaya gue….*
Sampai di sana pun aku langsung menuju escalator dan naik turun di sana sampe capek dan puas, pulang sampe rumah menjelang maghrib sudah ditungguin Mama yang khawatir banget anaknya yang item ini ilang, dan gitu tahu aku baru dari Senen, sebuah jeweran langsung hinggap di telingaku……ampun mak…ampun mak……
*hiks…hiks…jadi kangen mama…..*
foto dari : www.filemagazine.com/.../ohara/index.html
| |