*seri pelajaran hidup*
Depan komplek-ku ada seorang abang penambal ban, dia asli medan dan sudah cukup berumur, biasa memang, tapi dari beliau aku kembali mendapatkan sepenggal cerita kehidupan yang telah dilaluinya, pahit dia bilang tapi itulah kehidupan yang harus kujalani katanya….
Dulu dia seorang pelaut yang cukup sukses, dari hasil berlayarnya dia berhasil membeli sebuah rumah berukuran cukup besar dan juga sebuah mobil kijang gress….dia pun hidup bahagia dengan istri dan seorang anaknya, tapi sebagai pelaut maka dalam setahun dia hanya bisa bersama keluarga selama 2 bulan selebihnya dia harus kembali berlayar. Di sinilah petaka itu dimulai, ternyata istrinya nggak kuat menahan kerinduan akan pelukan laki-laki, hingga akhirnya terjadilah perselingkuhan itu……
Dua tahun si istri berselingkuh tanpa si abang tahu….sementara setiap bulan sebagian uang gaji si abang rutin dia kirimkan buat istri dan anaknya, hingga akhirnya tatkala tiba waktunya untuk si abang pulang ke rumah, dengan dua tas besar berisi oleh-oleh buat keluarga dan uang hasil simpanannya selama berlayar juga dengan perasaan rindu yang telah dipendamnya selama setahun terakhir si abangpun bergegas menuju rumahnya…
Tapi apa yang didapatinya ???...., tak pernah disangkanya ternyata kini rumahnya telah ditempati orang lain, tiada lagi tawa ceria anak yang biasanya berlari menyambut kepulangannya, tak ada lagi pelukan sang istri seperti setahun lalu (belakangan dia tahu pelukan itu ternyata basa-basi belaka) ternyata rumah dan mobilnya telah dijual si istri dan dia pergi bersama selingkuhannya itu dengan membawa serta buah hati satu-satunya.
Marah, sakit hati, bingung kehilangan keluarga bercampur baur dalam hati si abang, tas yang berisi oleh-oleh itu dia bagikan semua pada tetangga-tetangga rumahnya dulu, bukan harta atau istrinya, tapi kehilangan anak yang buat dia hampir gila, dia limbung hingga sempat terdampar pada botol-botol minuman keras, untung dia segera sadar dan membuat keputusan untuk tidak lagi berlayar, dengan berbekal uang sisa hasil dari berlayarnya dia pun berguru pada temannya untuk belajar menambal ban hingga akhirnya bisa membuka kios tambal ban sendiri.
Kini dia hidup tenang, sudah menikah lagi dan punya anak lagi, kini dia selalu bersama keluarganya tak mau kehilangan mereka lagi…….
abang……terima kasih atas ceritanya………..
Ps. maaf gak ada foto si abang….hp ketinggalan dan gak sempet bawa kamdig…secara panik ban bocor udah jam 9 malem….jadi terpaksa fotonya ban motorku yang ditambal aja deh…..