Always Starting Your Day With Smile....

Om's posts with tag: pelajaran hidup

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag pelajaran hidup
Blog Entry[Sebuah Kisah] Mencoba Berpikir Lateral.........Dec 15, '06 10:16 PM
for everyone
Dahulu kala di suatu desa kecil di Indian, seorang petani yang sangat
miskin mempunyai hutang yang sangat besar kepada rentenir di desa tersebut.
Rentenir itu, udah tua, bangkotan, eee.... malah tertarik pada putrinya pak
tani yang cakep itu.

Kemudian si rentenir tersebut mengajukan penawaran, dia akan melupakan
hutang2 petani tersebut jika dia dapat menikahi putrinya.
Sang petani dan putrinya pun bingung dengan tawaran tersebut, kayaknya
mereka nggak setuju.

Melihat gelagat seperti itu Si rentenir mengajukan tawaran lagi untuk
membuat keputusan.
Dia mengatakan bahwa dia akan meletakkan keping hitam dan keping putih di
dalam kantong kosong
kemudian sang putri petani diharuskan untuk mengambil satu keping dari
kantong tersebut.

1. Jika sang putri mendapatkan keping hitam, maka dia akan menjadi istri
rentenir tersebut dan hutang2 petani tersebut lunas
2. Jika sang putri mendapatkan keping putih, maka rentenir tersebut tidak
akan menikahi sang putri dan hutang2 petani tersebut lunas
3. Jika sang putri menolak mengambil keping, sang petani akan dipenjara.

Berada di halaman petani yang banyak terdapat kepingang - kepingan, si
rentenir mengambil 2 keping. Ketika mengambil, mata sang putri yang tajam
melihat
bahwa keping yang dimasukkan kedalam kantong keduanya berwarna hitam.
Kemudian rentenir itu menyuruh sang putri mengambil keping tersebut di
dalam kantong.
Sekarang bayangkan anda ada disana , apa yang kamu lakukan jika anda
sebagai putri tersebut?
jika anda harus menolong sang putri, apa yang harus kau lakukan kepada sang
putri?

melihat hal seperti itu ada 3 kemungkinan. ..

1. sang putri menolak untuk mengambil kepingan
2. sang putri menunjukkan bahwa yang didalam kantong tersebut keduanya
adalah berwarna hitam serta mengungkap bahwa rentenir tersebut curang
3. sang putri mengambil keping hitam dan mengorbankan dirinya untuk
menyelamatkan ayahnya dari hutang-hutang dan penjara

Sekarang pertimbangkan cerita diatas. Pengalaman ini digunakan untuk
membedakan pemikiran logika dan lateral thinking.
Dilema sang putri tidak dapat diselesaikan dengan logika awam. Pikirkan
cara lain jika sang putri tidak memilih pilihan yang diberikan kepadanya.
Apa yang akan anda tawarkan kepadanya ?

Jangan melihat jawaban dibawah sebelum anda memikirkan cara lain sebagai
saran kepada sang putri, pikirkan 5 menit saja....
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #
> #

baik, begini caranya. sang putri memasukkan tangannya kedalam kantong dan
mengambil satu keping tersebut.
Tanpa melihat keping tersebut, secara sengaja menjatuhkan (setengah
melempar) keping tersebut ke halaman dan bercampur dengan keping - keping
yang lain di halaman. "Oh, betapa bodohnya aku" kata sang putri "tapi, anda
gak usah khawatir, jika tuan melihat sisa kepingan di dalam kantong, maka
tuan akan mengetahui keping mana yang saya ambil". Dengan begitu, sisa yang
ada didalam kantong adalah keping berwarna hitam sehingga diasumsikan bahwa
sang putri telah mengambil keping yang berwarna putih.
Sejak rentenir berani menyatakan untuk tidak jujur, sang putri mengubah
dari keadaan yang kelihatannya mustahil menjadi keadaan yang sangat
menguntungkan

Moral of the story :

Semua permasalahan yang kompleks mempunyai jalan
keluar, yang anda butuhkan hanya melebarkan pemikiran anda. Jika logika
anda tidak bisa bekerja, berusahalah dengan lateral thinking. lateral
thinking sangat kreatif. mudah dikerjakan tiap hari. "Rahasia untuk sukses
adalah mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain"

sumber : email


Blog EntryPengalaman Hidup Abang Penambal Ban……Aug 8, '06 10:59 PM
for everyone

*seri pelajaran hidup*

 

Depan komplek-ku ada seorang abang penambal ban, dia asli medan dan sudah cukup berumur, biasa memang, tapi dari beliau aku kembali mendapatkan sepenggal cerita kehidupan yang telah dilaluinya, pahit dia bilang tapi itulah kehidupan yang harus kujalani katanya….

 

Dulu dia seorang pelaut yang cukup sukses, dari hasil berlayarnya dia berhasil membeli sebuah rumah berukuran cukup besar dan juga sebuah mobil kijang gress….dia pun hidup bahagia dengan istri dan seorang anaknya, tapi sebagai pelaut maka dalam setahun dia hanya bisa bersama keluarga selama 2 bulan selebihnya dia harus kembali berlayar. Di sinilah petaka itu dimulai, ternyata istrinya nggak kuat menahan kerinduan akan pelukan laki-laki, hingga akhirnya terjadilah perselingkuhan itu……

 

Dua tahun si istri berselingkuh tanpa si abang tahu….sementara setiap bulan sebagian uang gaji si abang rutin dia kirimkan buat istri dan anaknya, hingga akhirnya tatkala tiba waktunya untuk si abang pulang ke rumah, dengan dua tas besar berisi oleh-oleh buat keluarga dan uang hasil simpanannya selama berlayar juga dengan perasaan rindu yang telah dipendamnya selama setahun terakhir si abangpun bergegas menuju rumahnya…

 

Tapi apa yang didapatinya ???...., tak pernah disangkanya ternyata kini rumahnya telah ditempati orang lain, tiada lagi tawa ceria anak yang biasanya berlari menyambut kepulangannya, tak ada lagi pelukan sang istri seperti setahun lalu (belakangan dia tahu pelukan itu ternyata basa-basi belaka) ternyata rumah dan mobilnya telah dijual si istri dan dia pergi bersama selingkuhannya itu dengan membawa serta buah hati satu-satunya.

 

Marah, sakit hati, bingung kehilangan keluarga bercampur baur dalam hati si abang, tas yang berisi oleh-oleh itu dia bagikan semua pada tetangga-tetangga rumahnya dulu, bukan harta atau istrinya, tapi kehilangan anak yang buat dia hampir gila, dia limbung hingga sempat terdampar pada botol-botol minuman keras, untung dia segera sadar dan membuat keputusan untuk tidak lagi berlayar, dengan berbekal uang sisa hasil dari berlayarnya dia pun berguru pada temannya untuk belajar menambal ban hingga akhirnya bisa membuka kios tambal ban sendiri.

 

Kini dia hidup tenang, sudah menikah lagi dan punya anak lagi, kini dia selalu bersama keluarganya tak mau kehilangan mereka lagi…….

abang……terima kasih atas ceritanya………..

 

 

Ps. maaf gak ada foto si abang….hp ketinggalan dan gak sempet bawa kamdig…secara panik ban bocor udah jam 9 malem….jadi terpaksa fotonya ban motorku yang ditambal aja deh…..



Blog EntryPelajaran Cinta dan Kesetiaan……Aug 8, '06 12:12 AM
for everyone

Setiap aku pulang kantor pasti melewatinya, sebuah lapak koran dan majalah, biasa memang, tapi lapak yang ini lain karena pertama dia hanya buka dari sehabis ashar hingga menjelang isya dan kedua, penjualnya seorang kakek-kakek yang sudah cukup berumur, si kakek ini begitu ramah dalam melayani pelanggannya dia tak segan-segan berkata “Maaf yah telinga saya sudah kurang dengar…tadi mau beli apa ???...”.

 

Tiap senin dan kamis (kaya puasa yah) aku menyempatkan diri untuk mampir ke lapak sikakek untuk membeli tabloid dan majalah, sering juga secara sengaja aku sempatkan diriku untuk mengobrol sedikit dengannya, sekedar ingin tahu beberapa penggal perjalanan hidupnya yang pasti penuh dengan asam garam kehidupan, dari obrolan itu aku tahu kalo dia nggak jualan sepanjang hari, juga jadi tahu kalo ternyata beliau memiliki 8 (delapan) orang anak yang semuanya telah menikah, “udah nggak punya beban “ beliau bilang……

 

Terkadang si kakek digantiin sama sang nenek jika maghrib datang, begitu terus setiap hari, kelar maghrib barulah si kakek kembali ke lapaknya dan diapun ditemani si nenek sampai mereka bersama-sama menutup lapaknya, saat kutanya sudah berapa lama mereka menikah ?...jawaban mereka cukup mencengangkan yaitu sudah selama 50 tahun lebih mereka bersama, dalam suka maupun duka berjuang bersama mengarungi kehidupan yang keras hingga akhirnya mereka berhasil mengantarkan anak-anaknya jadi orang yang sukses…..

 

Satu hal lagi yang bikin aku penasaran, kenapa kalo mereka punya anak yang sukses, masih bersusah-susah mencari nafkah di pinggir jalan seperti itu ???......dan jawaban mereka tatkala pertanyaan ini kuajukan adalah “tugas kami hanya mengantarkan anak-anak untuk menjadi orang yang bernasib lebih baik dari kami, setelah itu selesai, kami nggak mau menyusahkan mereka, kalo bisa justru kami ingin selalu dapat membantu apabila mereka mendapatkan kesulitan….perkara anak-anak mau ingat pada kami atau mau menyenangkan kami itu perkara lain, mereka sebenarnya sudah melarang kami untuk jualan tapi kami gak mau nyusahin mereka, selama masih kuat kami akan tetap seperti ini……..”

 

Banyak pelajaran yang kupetik dari obrolan singkat bersama mereka, dari besarnya cinta dan kesetiaan mereka berdua selama lebih dari 50 tahun bersama hingga prinsip menjadi orang tua yang ingin selalu bisa membantu anak-anaknya tanpa pernah berharap si anak ingat atau balik menyenangkan mereka…..ingat kata Pak Tian “belajar bisa dari siapa saja…”……terima kasih kek, nek…atas pelajarannya…….



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.