Kamis 11 Oktober 2007 atau bertepatan dengan 29 Ramadhan 1428 H aku memantapkan diri untuk mengevakuasi “Si Merah” dari rumah di bekasi untuk di bawa ke Tg. Priok, dua alasan yang mendasarinya yaitu badan yang udah pegel-pegel karena kelamaan nggak gowes semenjak pulang kampung dan juga karena mau ada acara kampanye “Bangkit & Suarakan” di Monas pada hari Rabu 17 Oktober 2007.
Sejak jam 12 siang aku sudah berada di rumah bekasi, semua perlengkapan sudah disiapkan tinggal menunggu saat ashar saja sebagai waktu start uji nyali ini, tak terasa asharpun tiba dan tepat pukul 15.10 saat matahari masih dengan garangnya membakar semua yang ada di muka bumi, akupun meluncur diatas sadel “Si Merah” menyusuri jalur Bekasi ~ Priok sejauh 23 KM.
Jangan ditanya lagi betapa beratnya perjalanan siang itu, kerongkongan terasa tercekat saking keringnya bibirpun begitu pula adanya, namun tekadku sudah bulat aku harus berhasil menaklukkan perjalanan ini betapapun beratnya, sempat pit stop 10 menit setelah melewati jembatan cakung yang tingginya menyerupai Fly Over bikin napas tinggal separuh dan kepala yang rada pening tersiram panasnya sinar matahari.
Perjalananpun dilanjutkan setelah tubuhku berhasil merecovery tenaga yang hilang, dahaga makin tak tertahankan namun kayuhan demi kayuhan tetap aku lakukan dengan penuh semangat, dan akhirnya perjuangan inipun berakhir setelah “Si Merah” berhasil menjejakkan rodanya di halaman rumah mertuaku di Tg. Priok tepat pukul 16.25.
Total waktu perjalanan yang aku tempuh adalah 1 jam 15 menit di potong pit stop 10 menit dan jarak tempuh sejauh + 23 KM, dengan bonus panas matahari yang membakar, benar-benar perjuangan berat yang berbuah manis saat satu gelas es kelapa meluncur membasahi keringnya kerongkonganku saat adzan maghrib berkumandang.
Alhamdulillah lulus uji nyali…..
foto : saat kampanye di monas 171007